HAK ANAK YANG DIRAMPAS ORANGTUANYA PERSPEKTIF GENDER

  • Afiful Ikhsan IAIN Metro
  • Nurul Mahmudah Institut Agama Islam Negeri Metro
  • Muhammad Syakir Alkautsar Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo

Abstract

Idealnya seorang anak memiliki hak dan kewajiban yang seimbang didalam tatanan kehidupannya. Tak hanya dilingkungan maupun di sekolahnya. Namun anak juga memiliki hak didalam sebuah keluarga. Hak anak dididalam keluarga meliputi hak mendapatkan kasih sayang, hak mendapatkan pengajaran, hak bermain, hak mendapatkan kebebasan berekspresi. Namun adakalanya bayangan tak sesuai dengan realita. Bagi anak-anak korban perceraian, untuk mempertahankan hak nya adalah hal yang paling sulit. Tak jarang pula mereka mendapatkan kekerasan fisik dan psikis. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebuah kasus dimana seorang anak perempuan harus mendapatkan beban ganda didalam hidupnya. Selain harus mengurus dirinya, ia juga mengurus semua keperluan sang ayah layaknya seorang istri. Hak-haknya sebagai anak diabaikan ditambah kekerasan psikis yang diterimanya membuat sang anak menjadi trauma dan tidak percaya diri dalam berinteraksi dilingkungannya. Hingga kini ia tumbuh dengan menjadi seorang anak dengan rasa ketakutan dan tekanan dibawah perintah orangtuanya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif (field research) dengan sifat penelitian deskriptif analitik. Sumber data yang diperoleh melalui wawancara. Dengan teknik pengumpulan data berupa hasil pengamatan serta melakukan analisis dengan metode induktif. 

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-12-15
How to Cite
IKHSAN, Afiful; MAHMUDAH, Nurul; ALKAUTSAR, Muhammad Syakir. HAK ANAK YANG DIRAMPAS ORANGTUANYA PERSPEKTIF GENDER. SETARA: Jurnal Studi Gender dan Anak, [S.l.], v. 2, n. 2, p. 134-153, dec. 2020. ISSN 2716-2230. Available at: <https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/jsga/article/view/2346>. Date accessed: 19 apr. 2021. doi: https://doi.org/10.32332/jsga.v2i2.2346.
Section
Artikel