ISLAM DAN KEARIFAN LOKAL

PEMBARUAN HUKUM KELUARGA DI INDONESIA MODEL INKULTURASI WAHYU DAN BUDAYA LOKAL

  • Ahmad Rajafi Institut Agama Islam Negeri Manado

Abstract

Pergulatan pemikiran tentang Islam dan kearifan lokal telah memberikan akses keterbukaan di masa kini untuk lebih kritis dalam memahami hukum Islam atas dasar definisi asy-syari’ah, termasuk melalui proses inkulturasi wahyu dengan budaya lokal. Mengenai hal tersebut, ketika asy-syari’ah telah terkodifikasi dalam bentuk Al Qur’an dan Islam telah tersebar ke seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia – yang tentunya memiliki perbedaan sosial-budaya dengan masyarakat Arab – maka perlu dilakukan sebuah pembacaan ulang terhadap asy-syari’ah dengan pendekatan inkulturasi tersebut. Proses inkulturasi yang dimaksud di dalam tulisan ini harus dibaca secara bottom-up, dengan cara memberikan pemahaman bahwa ketika asy-syari’ah yang berasal atau lahir dari proses budaya, lalu budaya tersebut berubah maka asy-syari’ah seyogyanya juga berubah sehingga budaya baru tersebut dapat diimplementasikan di dalam masyarakat. Salah satu contoh yang urgen dalam konteks hubungan Islam dan kebudayaan lokal di Indonesia melalui model tersebut adalah tentang kewarisan produktif. Dalam hal ini, perubahan sebagai sifat utama dari budaya, akan selalu menghendaki masyarakatnya untuk selalu mengapresiasi perubahan dan melakukan perubahan, termasuk dalam hal ortodoksi keagamaan, sehingga kritikan ilmiah terhadap ortodoksi agama tidak sekedar menjadi bacaan yang kaku sehingga menegasi maksud Tuhan yang lebih besar. Perubahan yang lebih baik di dalam masyarakat sesungguhnya juga bagian dari wahyu Tuhan yang sering kali tidak terbaca.
 


The Problematic of thought on Islam and local wisdom has granted access in the present era to be more critical in understanding Islamic law based on the definition of al-syari'ah, including through a process of inculturation revelation to the local wisdom. Regarding this, when the al-syari'ah has been codified in the form of the Qur'an and Islam has spread all over the world, including Indonesia - which has a socio-cultural differences with the Arab community - there should be re-reading of the al-syari'ah with the inculturation approach. The process of inculturation in this case is must be read in bottom-up, by providing an understanding that when the al-syari'ah come from or born from the culture process, then that culture changes into al-syari'ah should also change so that the new culture can be implemented in the community. One example is the urgency in the context of relationship between Islam and local wisdom in Indonesia through the model is inheritance productive. In this case, alteration as the main characteristics of the culture will always want community to always appreciate the changes and make changes including in terms of religious orthodoxy so that  scientific criticism against religious orthodoxy did not just become so rigid readings negate God's greater purposes. The changes for the better in society actually also the part of God's revelation that is often illegible.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, Irwan., dkk (ed.)., Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan Kontemporer, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009)
Al Bukhari, Muhammad bin Isma’il Abu Abdillah., Al Jami’ Ash Shahih Al Mukhtashar, (Beirut: Dar ibn Katsir, 1987)
Al Jamal, Al ‘Allamah Asy Syaikh Sulaiman., Hasyiyah Al Jamal ‘ala Al Manhaj li Syaikh Al Islam Zakariyya Al Anshari, (Beirut: Dar Al Fikr, t.th)
Al Karim, Khalil Abd., Al Judzur At Tarikhiyyah li Asy Syari’ah Al Islamiyyah, (Kairo: Dar Mishr Al Mahrutsah, 2004)
----------------, Quraisy min Al Qabilah ila ad-Daulah Al Markaziyyah, (Beirut: Mu’assasah Al Intisyar Al Arabi, 1997)
Al Qaradhawi, Yusuf., Dirasah fi Fiqh Maqashid Asy Syari’ah; Bain Al Maqashid Al Kulliyyat wa an-Nushush Al Juz’iyyat, (Mesir: Dar Asy Syuruq, 2008)
Al Sajistani, Sulaiman bin Al Asy’ats Abu Dawud., Sunan Abi Dawud, (Bairut: Dar Al Fikr, t.th)
Al Syarkhashi, Syamsuddin., Al Mabsuth, (Kairo: As Sa’adah, 1324 H)
Al ‘Ushair, Ahmad., Sejarah Islam: Sejak Zaman Nabi Adam Hingga Abad 20, (Jakarta: Akbar Media, 2010)
an-Nisaburi, Abu Al Husain Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi., Al Jami’ as-Shahih Al Musamma Shahih Muslim, (Beirut: Dar Al Jail dan Dar Al Afaq Al Jadidah, t.th)
asy-Syaibani, Abu ‘Abdillah Ahmad bin Muh}ammad bin H{anbal bin Hilal bin Asad., Musnad Ahmad bin Hanbal, (Beirut: ‘Alam Al Kutub, 1998)
Bakri, Hasbullah., Pedoman Islam di Indonesia, (Jakarta: UI Press, 1990)
Bisri, Cik Hasan., [et.al]., Kompilasi Hukum Islam dan Peradilan Agama Dalam Sistem Hukum Nasional, (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999)
Dahlan, Abdul Aziz…[et al.], Ensiklopedi Hukum Islam, (Jakarta: PT. Ichtiar Baru van Hoeve, 2006)
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia; Edisi Ketiga, (Jakarta: Balai Pustaka, 2002)
Hadikusuma, Hilman., Hukum Kekerabatan Adat, (Jakarta: Fajar Agung, 1987)
Idri, Epistemologi Ilmu Pengetahuan dan Keilmuan Hukum Islam, (Jakarta: Lintas Pustaka, 2008)
K. Lubis dan Komis Simanjuntak, Hukum Waris Islam, (Jakarta: Sinar Grafika, 1995)
Minhaji, Akh., Islamic Law and Local Tradition; a Sosio-Historical Approach, (Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta Press, 2008)
Rajafi, Ahmad., "Inkulturasi Wahyu dan Budaya Lokal Serta Implikasinya Terhadap Pembaharuan Hukum Keluarga di Indonesia", Disertasi, (IAIN Raden Intan Lampung, 2015)
Rofiq, Ahmad., Hukum Islam di Indonesia, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003)
Sarmadi, A. Sukris., Dekonstruksi Hukum Progresif: Ahli Waris Pengganti dalam Kompilasi Hukum Islam, (Yogyakarta: Aswaja Pressindo, 2012)
Supriyadi, Dedi., Sejarah Peradaban Islam, (Bandung: Pustaka Setia, 2008)
Syarifuddin, Amir., Ushul Fiqh, (Jakarta : Kencana, 2009)
Published
2016-04-17
How to Cite
RAJAFI, Ahmad. ISLAM DAN KEARIFAN LOKAL. Akademika : Jurnal Pemikiran Islam (online), [S.l.], v. 21, n. 1, p. 65-82, apr. 2016. ISSN 2356-2420. Available at: <https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/akademika/article/view/456>. Date accessed: 18 oct. 2021.