SASTRA ISLAM NUSANTARA

PUISI GUGURITAN SUNDA DALAM TRADISI KEILMUAN ISLAM DI JAWA BARAT

  • Jajang A. Rohmana Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Abstract

Jaringan Islam Nusantara yang terhubung dengan Haramayn telah merangsang berkembangnya tradisi intelektual Islam di sejumlah wilayah Nusantara. Di wilayah ini, tradisi Islam ditandai beragam kreatifitas lokal keagamaan dalam mengartikulasikan beragam elemen lokal ke dalam tradisi keilmuan Islam. Puisi guguritan Sunda atau dangding merupakan salah satu bentuk elemen lokal yang menghiasi tradisi keilmuan Islam di Jawa Barat. Dengan menggunakan pendekatan strukturalisme sastra, kajian ini memfokuskan pada penggunaan guguritan sebagai bagian dari eskpresi kreatifitas keilmuan Islam tersebut. Pembahasan diarahkan pada masalah pengaruh Islam terhadap sastra Sunda, perkembangan puisi guguritan, dan posisinya dalam tradisi keilmuan Islam di Jawa Barat. Guguritan digunakan sedikitnya dalam tiga tradisi keilmuan Islam, yakni tasawuf, terjemah dan tafsir Al-Qur’an, dan catatan tentang perjalanan haji. Guguritan sufistik menghasilkan kreatifitas sufistik Sunda yang menitikberatkan pada citra simbolis lokal. Terjemah dan tafsir Al-Qur’an berbentuk guguritan mampu menghadirkan sebuah nuansa puitisasi terjemah dan tafsir sufistik yang jauh lebih kompleks dibanding terjemah puitis lainnya. Sedangkan guguritan haji mampu merekam perjalanan historis haji sekaligus mengekspresikan pengalaman spiritual ibadah haji secara individual. Elemen spiritual kiranya menjadi pengikat utama dari ketiga tema keislaman tersebut, karena bahasa guguritan lebih dekat dengan eksrepsi pengalaman batin yang suci dan sakral dibanding bernuansa hiburan dan profan. Studi ini menegaskan bahwa beragam tema keislaman tersebut menjadi bukti bahwa sastra keagamaan memiliki pengaruh besar dalam proses indigenisasi Islam dan perkembangan bahasa dan sastra Nusantara. Sebuah warisan keagamaan Islam Nusantara yang menjadi bagian dari kekayaan khasanah keagamaan Islam di dunia.

The network of Islam in Indonesia which is connected to Haramayn has stimulated the development of the Islamic intellectual tradition in some regions of the archipelago . In this region, the Islamic tradition was marked by diverse local creativity in articulating some local elements into the intellectual tradition of Islam. Guguritan or Sundanese metrical poetry is a form of local elements that marked the intellectual tradition of Islam in West Java. Using a literary structuralism approach, this study focused on the use of guguritan as part of the expression of the tradition. The discussion highlights the influence of Islam to Sundanese literature, the development of guguritan, and its position in the intellectual tradition of Islam in West Java. Guguritan is used in at least three intellectual tradition of Islam: sufism, translation of the Qur’an and its commentaries, and story on the pilgrimage to Mecca. Sufi’s work in the form of guguritan generates a creativity of Sundanese sufi on local symbolic imagery. Translations and commentaries of the Quran in the form of guguritanpresents a poetic translation and interpretation which more complex than others. While the hajj story in the form of guguritan shows the recording historical journey and express spiritual experience of hajj individually. Spiritual element is the main binder of the three themes of the guguritanworks, because it is closer to express the inner experience of the holiness and sacred rather than a profane and entertainment. This study suggests that a variety of guguritanthemes of local Islamic literature greatly influences in the process of indigenization of Islam in the archipelago. It is an Islamic religious heritage in the archipelago which at once becomes a part of Islamic religious heritage in the world..

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abou Sheishaa, Mohamed Ali Mohamed. “Muslim Discourse in the Early Twentienth Century on the Translation of the Qur’an,” Journal of the Society for Qur’anic Studies, Number 1, Volume 1, October 2001.
Affandie, R.A. Dongeng Enteng ti Pasantren, (Jakarta: Balai Pustaka, 1982).
Ayatrohaedi, “Bahasa Sunda di Daerah Cirebon,” Disertasi, (Jakarta: Pascasarjana Universitas Indonesia, 1978).
Ayatrohaédi dan Munawar Holil, Kawih Paningkes; Alihaksara dan Terjemahan Naskah K. 419 Khasanah Perpustakaan Nasional Jakarta, (Laporan Penelitian Fakultas Sastra Universitas Indonesia, 1984).
Azra, Azyumardi. The Origins of Islamic Reformism in Southeast Asia: Networks of Malay-Indonesian and Middle Eastern ‘Ulama’ in the seventeenth and eighteenth centuries, (Honolulu: ASAA-Allen & Unwin and University of Hawai’i Press, 2004).
Baso, Ahmad. Islam Nusantara: Ijtihad Jenius & Ijma’ Ulama Indonesia, (Jakarta: Pustaka Afid, 2015).
Bowen, John R. “Islamic Transformations: from Sufi Poetry to Gayo Ritual,” Rita Smith Kipp and Susan Rodgers, eds., Indonesian Religions in Transition, (Tuscon: University of Arizona Press, 1987).
Bozbin, Hartmut. “Translations of the Qur’an,” dalam Jane Dammen McAuliffe, Encyclopaedia of the Qur’an, Vol. 3, (Leiden-Boston-Koln: Brill, 2001).
Burhanudin, Jajat. Ulama & Kekuasaan: Pergumulan Elite Muslim dalam Sejarah Indonesia, (Bandung: Mizan, 2012).
Catford, J.C. A Linguistic Theory of Translation, (London: Oxford University Press, 1978).
Chambert-Loir, Henri. Naik Haji di Masa Silam, Kisah-kisah Orang Indonesia Naik Haji, Jilid I (1482-1890), (Jakarta: KPG-EFEO-Forum Jakarta Paris-Perpusnas RI, 2013).
Christomy, Tommy. Signs of the Wali: Narratives at the Sacred Sites in Pamijahan, West Java, (Canberra: ANU E Press, 2008).
Coolsma, S. Soendaneesch-Hollandsch Woordenboek. (Leiden: A. W. Sijthoff’s Uitgevers-Maatschappij, 1913).
Danasasmita, Ma’mur. Wacana Bahasa dan Sastra Sunda Lama, (Bandung: STSI Press, 2001).
Danasasmita, Saleh. et.al., Sewaka Darma (Kropak 408), Sanghyang Siksakandang Karesian (Kropak 630), Amanat Galunggung (Kropak 632): Transkripsi dan Terjemahan”. (Bandung: Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda (Sundanologi) Direktorat Jendral Kebudayaan Dep. Pendidikan Dan Kebudayaan, 1987).
Eagleton, Terry. Literary Theory: An Introduction. (Minneapolis: Univ. of Minnesota, 1983).
Ekadjati, Edi S. “Sejarah Sunda,” dalam Edi S. Ekadjati ed., Masyarakat Sunda dan Kebudayaannya, (Jakarta: Girimukti Pasaka, 1984).
_______. Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan, (Bandung: Lembaga Penelitian Unpad-The Toyota Foundation, 1988).
Ekadjati, Edi S. & Undang A. Darsa, Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 5A Jawa Barat Koleksi Lima Lembaga. (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan EFEO, 1999).
Fathurahman, Oman. Ithaf Al-Dhaki, Tafsir Wahdatul Wujud bagi Muslim Nusantara, (Bandung: Mizan, 2012).
Foley, Kathy. “The Origin of Kala: A Sundanese Wayang Golek Purwa Play by Abah Sunarya and Giri Harja I,” (Asian Theatre Journal, Vol. 18, No.1, 2001).
Gracia, Jorge J.E. A Theory of Textuality: The Logic and Epistemology, (State University of New York Press, 1995).
Gunawan, Aditia. Sanghyang Sasana Maha Guru dan Kala Purbaka (suntingan dan terjemahan), Jakarta: Perpustakaan Nasional RI, 2009).
Iskandarwassid dkk. Tinjauan Terhadap Transkripsi Naskah Wawacan di Jawa Barat, Bandung: Sundanologi, 1989).
Jahroni, Jajang. “The Life and Mystical Thought of Haji Hasan Mustafa (1852-1930),” The Master of Arts Degree in Islamic Studies, INIS (Leiden University, 1999).
Johns, A.H. “Sufism as a Category in Indonesian Literature and History,” Journal of Southeast Asian History, Vol. 2, No. 2, Indonesia: 10-23.
_______. "She desired him and he desired her" (Qur'an 12:24): 'Abd al-Ra'ûf’s treatment of an episode of the Joseph story in Tarjumânal-Mustafid,” Archipel. Volume 57, 1999).
Kalsum, Wawacan Buana Wisesa Sebuah Karya Tasawuf: Edisi Teks dan Analisis Struktur, (Bandung: Fakultas Sastra Unpad, 2008).
Knysh, Alexander. “Ibrāhīm al-Kūrānī (d. 1101/1690), an Apologist for "waḥdat al-wujūd," Journal of the Royal Asiatic Society, (Third Series, Vol. 5, No. 1. Apr., 1995).
Lubis, Nina H. Kehidupan Menak Priangan 1800-1942 (Bandung: Pusat Informasi Kebudayaan Sunda, 1998).
Millie, Julian Patrick. Splashed by the Saint: Ritual Reading and Islamic Sanctity in West Java, (Dissertation, Leiden University, 2006).
_______. “ABC Radio to Air Sundanese Mustapa,” Wawancara radio di http://sundanesecorner.org/2011/12/06/abc-radio-to-air-sundanese-mustapa. Diakses 24 Maret 2012).
Moriyama, Mikihiro. Semangat Baru: Kolonialisme, Budaya Cetak, dan Kesastraan Sunda Abad ke-19, terj. Suryadi, (Jakarta: KPG, 2005).
_______. Discovering the 'Language' and the 'Literature' of West Java: An Introduction to the Formation of Sundanese Writing in 19th Century West Java, Southeast Asian Studies, Vol. 34, No.1, June 1996.
_______. “The Impact of Early Modern Textbooks on Sundanese Writing in the Nineteenth Century,” (TAWARIKH: International Journal for Historical Studies, 2(1) 2010).
Mukherjee, Wendy. “Moh. Sanoesi’s Siti Rajati: A Nationalist Novel from West Java.” (Jurnal Melayu, 2, 2006)
Moestapa, Hadji Hasan. Over de Gewoonten en Gebruiken der Soendaneezen, uit het Soendaasch vertaald en van aanteekeningen voorzien door R.A. Kern, S-G (Ravenhage, Martinus Nijhoff, 1946).
Mustapa, Haji Hasan. Gendingan Dangding Sunda Birahi Katut Wirahmana Djilid A, (Bandung: Jajasan Kudjang, 1976).
_______. Bale Bandung, (Bandung: Rahmat Cijulang, 1984).
Noor, Acep Zamzam. ‘Sunda santai, Islam Santai.’ (Pikiran Rakyat, Sabtu 10 Pebruari 2007).
Noorduyn, J. dan A. Teeuw, Tiga Pesona Sunda Kuna, terj. Hawe Setiawan, (Jakarta: Pustaka Jaya, 2009).
Nurjamin, Asep. “Cigawiran: Tembang Sunda dari Pesantren,” dalam Cik Hasan Bisri, dkk., Pergumulan Islam dengan Kebudayaan Lokal di Tatar Sunda, (Bandung: Kaki Langit, 2005).
Oyon OS, “Islam Nyunda & Sunda Ngislam,” dalam Wahyu Wibisana dkk., Salumar Sastra, (Bandung: Geger Sunten, 1997.
Panitia Kamus Lembaga Basa & Sastra Sunda, Kamus Umum Basa Sunda, (Bandung: Penerbit Tarate, 1985).
Al-Qattan, Manna’ Khalil. Mabahith fi ‘Ulum al-Qur’an, (Beirut: Manthurat al-‘Asr al-Hadith, t.th).
Rahman, Yusuf. “The controversy around H.B. Jassin: a study of his al-Qur’anu’l-Karim Bacaan Mulia and al-Qur’an al-Karim Berwajah Puisi,” dalam Abdullah Saeed, Approaches to the Qur’an in Contemporary Indonesia, (New York: Oxford University Press, 2005)
Rasmussen, Anne K. Women, the Recited Qur’an and Islamic Music in Indonesia, (Berkeley and Los Angeles: University of California Press, 2010).
Ricklefs, M. C. Mengislamkan Jawa, terj. FX. Dono Sunardi dan Satrio Wahono, (Jakarta: Serambi, 2013).
Robinson, Douglas. Becoming A Translator: An Introduction to the Theory and Practice of Translation, London and New York, Routledge, 2002.
Roff, William R. Studies on Islam and Society in Southeast Asia, (Singapore: NUS Press, 2009).
Rohmana, Jajang A. “Sundanese Sufi Literature and Local Islamic Identity: A Contribution of Haji Hasan Mustapa’s Dangding,” Al-Jamiah, Vol. 50, No. 2, 2012.
_______. “Makhtutat Kinanti [Tutur teu Kacatur Batur]: Tasawwuf al-‘Alam al-Sundawi ‘ind al-Hajj Hasan Mustafa (1852-1930),” Studia Islamika, Vol. 20, No. 2, 2013
_______. “Kajian Al-Qur’an di Tatar Sunda: Sebuah Penelusuran Awal,” Jurnal Suhuf, Vol. 6, No. 1, 2013.
_______. “Poetic Translation of the Qur’an and indonesian Islamic Intellectualism: A Contribution of R.A.A. Wiranatakoesoemah’s Soerat Al-Baqarah,” Paper was presented at 14th Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS), 21-24 November 2014, Grand Senyiur Hotel, Balikpapan, East Kalimantan.
_______. “Ekspresi Lokalitas Tafsir Sufistik di Tatar Sunda: Qur’anul Adhimi Aji Wiwitan Kitab Suci Haji Hasan Mustapa (1852-1930),” International Conference on Qur’anic Studies, PSQ, Ciputat 15-16 Februari 2014.
_______. Sejarah Tafsir Al-Qur’an di tatar Sunda, (Bandung: Diktis Kemenag RI-Mujahid, 2014).
Rosidi, Ajip. “My Experiences in Recording Pantun Sunda,” Indonesia, 16, 1973, hlm. 106-107; Iskandarwassid, “Le pantun soundanais. Quelques aspects historiques et culturels,” Archipel. Volume 12, 1976)
_______. “Perihal Puisi Guguritan Sunda,” Pikiran Rakyat, Rabu 20 Juli 1983.
_______. Ngalanglang Kasusastran Sunda, (Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya,1983.
_______. “Ciri-ciri Manusia dan Kebudayaan Sunda,” dalam Edi S. Ekadjati ed., Masyarakat Sunda dan Kebudayaannya, (Bandung: Girimukti Pasaka, 1984).
_______. “Menjejaki Karya-karya Haji Hasan Mustapa”, dalam Ahmad Rifa’i Hassan ed., Warisan Intelektual Islam Indonesia Telaah atas Karya-Karya Klasik, (Bandung: Mizan, 1992).
_______ ed. Ensiklopedi Sunda, Alam, Manusia dan Budaya, (Jakarta: Pustaka Jaya, 2000).
_______. Manusia Sunda, (Bandung: Kiblat Buku Utama, 2009).
_______. Mencari Sosok Manusia Sunda, (Jakarta: Pustaka Jaya, 2010).
_______. Guguritan, (Bandung: Kiblat, 2011).
_______. Sawer jeung Pupujian, (Bandung: Kiblat, 2011).
Rusyana, Yus. Bagbagan Puisi Mantra Sunda, (Bandung: Proyek Penelitian Pantun dan Folklore Sunda, 1970).
_______. Bagbagan Puisi Pupujian Sunda, (Bandung: Proyek Penelitian Pantun dan Folklore Sunda, 1971).
_______. “Naskah yang Dibelukkan Umumnya Berupa Wawacan,” Pikiran Rakyat, 1 Juni 1983).
Rusyana, Yus. dan Ami Raksanegara, Puisi Guguritan Sunda, Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Depdikbud, 1980).
Saeed, Abdullah. The Qur’an An Introduction, London and New York: Routledge, 2008).
Sahal, Akhmad. dan Munawir Aziz ed., Islam Nusantara: Dari Ushul Fiqih hingga Faham Kebangsaan, (Bandung: Mizan, 2015).
Salmun, M.A. Kandaga Kasusastran Sunda, (Bandung: Ganaco, 1958).
Sumantri, Maman. Bahasa Sunda, Bahasa Daerah Terbesar Kedua di Indonesia, (Bandung: Lembaga Bahasa jeung Sastra Sunda, 1992/1993).
Suryalaga, R. Hidayat. Nur Hidayah, Saritilawah Basa Sunda Al-Qur’an Winangun Pupuh Juz 1, (Bandung: Yayasan Nur Hidayah, 2000).
Suryani N.S., Elis. “Mantra Lama dalam Tradisi Naskah Lama: Antara Konvensi dan Inovasi,” Disertasi, (Program Pascasarjana FIB Universitas Padjadjaran Bandung, 2012).
Sweeney, Amin. Karya Lengkap Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi, Jilid 1, (Jakarta: KPG-EFEO, 2005).
Tagliacozzo, Eric. The Longest Journey: Southeast Asians and the Pilgrimage to Mecca, (New York: Oxford University Press, 2013).
Van Bruinessen, Martin. “Studies of Sufism and the Sufi Orders in Indonesia.” Die Welt des Islams. 38.2 (1998)).
Van Dijk, Kees. “Perjalanan Jemaah Haji Indonesia,” dalam Dick Douwes dan Nico Kaptein (ed.), Indonesia dan Haji, terj. Soedarso Soekarno, (Jakarta: INIS, 1997).
Van Zanten, Willem. “The poetry of tembang Sunda,” Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde 140 (1984), no: 2/3, Leiden.
_______. Tembang Sunda, An ethnomucilogical study of the Cianjuran music in West Java. Thesis Leiden University, 1987.
Warnaen, Suwarsih. dkk. Pandangan Hidup Orang Sunda Seperti Tercermin dalam Tradisi Lisan dan Sastra Sunda, (Bandung: Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda (Sundanologi) Dirjen Kebudayaan Depdikbud Bandung, 1987).
Weintraub, Andrew N. Ngahudang Carita Nu Baheula: An Introduction of to The Stories of Pantun Sunda, Center for Southeast Asian Studies, (University of Hawaii at Manoa, 1991).
_______. “Tune, Text, and the Function of Lagu in Pantun Sunda, a Sundanese Oral Narrative Tradition,” Asian Music, Vol. 26, No. 1, Musical Narrative Traditions of Asia (Autumn, 1994 - Winter, 1995): 175-211.
Wiranatakoesoema, R.A.A. Soerat Al-Baqarah, Bandung: “Poesaka,” t.th.
Yahya, Iip Zulkifli. “Saritilawah Nur Hidayah, Karya Besar Miskin Apresiasi,” Pikiran Rakyat, 20 Desember 2002.
Yusqi, M. Ishom. Mengenal Konsep Islam Nusantara, (Jakarta: Pustaka STAINU, 2015).
Zimmer, Benjamin G. “Al-‘Arabiyyah and Basa Sunda: Ideologies of Translation and Interpretation among the Muslims of West Java”, Studia Islamika, 7 (3): 2000.
Published
2016-05-15
How to Cite
ROHMANA, Jajang A.. SASTRA ISLAM NUSANTARA. Akademika : Jurnal Pemikiran Islam (online), [S.l.], v. 21, n. 1, p. 1-18, may 2016. ISSN 2356-2420. Available at: <https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/akademika/article/view/452>. Date accessed: 18 oct. 2021.