DIALOG NABI MUHAMMAD DENGAN NON MUSLIM MEMBANGUN KESEJAHTERAAN UMAT

  • Arifinsyah Arifinsyah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Abstract

Membangun sebuah tatanan dunia baru yang produktif dan sejahtera sangat ditentukan oleh kerjasama yang saling menyelamatkan antarumat beragama dan lintas peradaban melalui dialog. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dialog yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dengan non muslim yang humanis, saling menyelamatkan dan mensejahterakan, yang kemudian dapat dijadikan contoh membangun peradaban agama masa kini. Metode yang digunakan adalah dengan mengumpulkan literatur klasik Islam, yang kemudian dilakukan content analisis sesuai konteks kekinian. Hasil telaahan menunjukkan bahwa dialog di sini dipahami sebagai suatu cara berjumpa atau memahami diri sendiri dan dunia pada tingkatan yang terdalam, membuka kemungkinan-kemungkinan untuk memperoleh makna fundamental dari kehidupan secara individu maupun kolektif dan dalam berbagai dimensinya. Dialog dipahami dan dipraktikkan pada masa lalu oleh para manusia pilihan, terutama Nabi Muhammad adalah untuk mensejahterakan umat manusia. Dialog tersebut berisi kesimpulan bahwa tidak ada suatu tatanan dunia yang sukses jika tidak dilengkapi dengan etika dunia, tidak ada perdamaian antar negara-negara tanpa adanya perdamaian antar agama-agama. Inilah saat yang tepat untuk mengambil kekuatan dialog Nabi Muhammad dengan non muslim pada tingkatan yang baru di mana ia dapat membuat perbedaan struktural untuk menghadapi problem-problem dunia. 

Building such a new system of world which productive and prosperous is profoundly determined by collaborating that mutually save among religious communities and across civilization through dialogue. This article aims to know the dialogue has been done by the prophet Muhammad SAW with non muslim community humanely, mutually,saving and bringing welfare. Then, it can be created pattern of building religious civilization nowdays. The usedmethod is collecting clasical islamic literature which is done through analysis based-content on current context. The outcome of study shows that dialogue here is understood as a way encountering and understanding one self and earth on the deepest of level, exposing possibilities to get fundamental sense of living individually and collectively on various demensions. In the past, dialogue is understood and practiced by choice people mainly the prophet Muhammad SAW is to bring welfare to whole of people. The dialogue consists of inference that none of  system of world that actually get success if it is not completed with world values, no reconciliation among countries without having peace between the beliefs. Right now is right time to remove the power of the prophet Muhammad’s dialogue with non muslim communities on such new level where he was able to make distinct of structural to face worlds’ issues.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah Yusuf Ali, The Holy Quran, Text Translation and Commantary , (Delhi: Kutub Khana Ishayat ul-Islam, 1983).
Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Matan al-Bukhari, Juz.I, Maktabah an-Nashriyah, ttp,
Abd. Syukur Rahimy (Pentashih), Sahih Muslim, dan digital Al-Hadis Kutub al-Sittah, bagian Al-Hadis Bukhari dan Muslim.
Abu Husain Ali ibn Ahmad al-Waahidî, Asbaab an-Nuzuul Al-Qur’an, (Beirut: Dar al-Fikr, 1991).
As-Syahrastaani, al-Milal wa an-Nihal, (Beirut: Dar al-Fikr, t.th,)
Bertrand Russel, A History of Western Philosophy, (New York: Simon and Schuster, 1959)
Cyril Glasse, The Concise Encyclopaedia of Islam, (New York: Universitas Columbia, 1988).
Departemen Pendidikan dan Kebudyaan RI, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1988).
Jejen Musfah, Indeks Al-Quran Praktis, (Jakarta: IKAPI, 2007).
Martin Lings, Muhammad: His Life Based On the Earliest Sources, (United Kingdom: Cambridge, 1991).
Muhammad Rasyid Rida, At-Tafsir al-Manar, jilid VI, ttp,
Muhammad Fu’aad Abd al-Baaqî , Al-Mu’jam Al-Mufahras li Al-Alfaz Al-Qur’an, Indonesia: Nur Asia, tth,
Muhammad Husain al-Tabaathabaa’î, Al-Mizan fi Tafsir al-Qur’an, Mu’assasah al-î li al-Mathbuu’at; Beirut, 1983 M, juz XVI,
Muhammad Galib, Ahlul Kitab Makna dan Cakupannya, (Jakarta: Paramadina, 1998)
Maulana Muhammad Ali, Islamologi, terj. R. Kaelan dan H.M. Bachrun, (Jakarta: Ikhtiar Baru, 1977).
M. Quraish Shihab, Wawasan Al-Quran, Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat, (Bandung: Mizan, 1996).
Ramli Abdul Wahid, Studi Ilmu Hadis, (Bandung: Ciptapustaka Media, 2005).
Tim Penulis IAIN Syahid, Ensiklopedi Islam Indonesia, (Jakarta: Djambatan, 1992)
Published
2015-10-21
How to Cite
ARIFINSYAH, Arifinsyah. DIALOG NABI MUHAMMAD DENGAN NON MUSLIM MEMBANGUN KESEJAHTERAAN UMAT. AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam, [S.l.], v. 20, n. 2, p. 229-242, oct. 2015. ISSN 2356-2420. Available at: <https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/akademika/article/view/444>. Date accessed: 01 aug. 2021.