ILMU FALAK

RELASI HARMONIS AGAMA DAN SAINS

  • Maskufa Maskufa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Abstract

Ilmu Falak merupakan relasi harmonis agama dan sains. Dikotomi agama dan sains adalah hasil dari imperialisme Barat dan kuatnya paradigma positifistik. Dikotomi ini tidak sesuai dengan ajaran Islam, karena di dalamnya memuat ajaran tentang ibadah yang sangat berkaitan dengan fenomena alam terutama yang menyangkut waktu-waktu ibadah seperti waktu salat, puasa Ramadan, salat 'idain dan ibadah haji. Beribadah tepat waktu yang ditandai dengan fenomena alam dan menjadi konsens dari ilmu Falak sebenarnya  menunjukkan adanya relasi yang harmonis antara ayat-ayat qauliyah dengan ayat kauniyah    atau    antara    agama    dengan    sains,    sehingga    tidak    perlu    lagi mempertentangkan antara agama dan sains karena keduanya merupakan satu kesatuan yang berasal dari sumber yang sama yaitu Allah SWT.
 
Falaq study is harmonies relationship between religion and science. Nevertheless, this is not in line with an Islamic perspective. It contains such the worship times such as prayer time, fasting month, 'idain and pilgrimage. Performingworship in the right time or predetermine time (kitaban mauqutan), which is science by the nature phenomenon and has become a consensus within Falaq study, actually shows harmonies relationship between kauliyah verses and kauniyah verses or between religion and science.Thereforeit is not necessary to contras the religion and science as (because) both of them are one in the same entity coming from Allah SWT.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahman, Asjmuni, Manhaj Tarjih Muhammadiyah, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002.
Arkoun, Mohammed, Rethinking Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996. Bergamini, David, The Universe, New York: Time-Life Book, 1970.
Brink, Jan van den dan Marja Meeder, Kiblat Arah Tepat Menuju Mekah, cet. Ke- 1, disadur oleh Andi Hakim Nasoetion dari “Mekka”, Jakarta: Litera Antar Nusa, 1993.
al-Bukhori, Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughiroh bin Bardizbah,
Sahih al-Bukhori, Juz 1 dan 2, Kairo: Dar al-Hadis, 2004.
Depag, Islam untuk Disiplin Ilmu Astronomi, Jakarta: Dirjen Binbaga, 2000.
-------, Almanak Hisab Rukyat, Jakarta: Proyek Pembinaan Badan Peradilan Agama Islam, 1981.
-------, Pedoman Penentuan Arah Kiblat, Jakarta; Dirjen Binbaga Islam Dirbinpera, 1996.
Departemen P & K, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1989.
Dirjen Badilag MARI , Almanak Hisab Rukyat, edisi Revisi, Jakarta: Dirjen Badilag MARI, 2007.
Djamaluddin, Thomas, Menggagas Fiqih Astronomi, Bandung: Kaki Langit, 2005.
al-Jaelani, Zubeir Umar, Khulashoh Wafiyah fi al-falaky bi Jadawi al-lughoritmiyah, tp: tth.
Al-Juzairi, al-Fiqh „ala Madzahib al-„Arba‟ah, Jilid 1, Beirut: Dar al-Fikr, tth.
Kartanegara, Mulyadi, Integrasi Ilmu Sebuah Rekonstruksi Holistik, Bandung: rasy Mizan, 2005,
Khalaf, Abd Wahab, Ushul al- Fiqh, Beirut: Dar al-Fikr, 1978.
Mahzar, Armahedi, Revolusi Integralisme Islam Merenungkan Paradigma Sains dan Teknologi Islami, Bandung: Mizan, 2004.
Maskufa, Ilmu Falak, cet. Ke-2, Jakarta: Gaung Persada Press, 2010.
Masruri, H.M. Hadi dan H.Imron Rossidi, Filsafat Sains dalam Al-Qur‟an, Melacak Kerangka Dasar Integrasi Ilmu dan Agama, Malang: UIN Malang
Press, 2007.
Munawwir, Ahmad Warson, al-Munawwir Kamus Arab Indonesia, Yogyakarta: Pustaka Progresif, 1984.
Sabiq, Sayid, Fiqh al-Sunnah, Jilid 1, Beirut: Dar Fikr, 1983.
Turner, Howard R., Science in Medieval Islam an Ilustrated Introduction, University of Texas, 2002.
Wardan, Muhammad, Kitab Ilmu Falak dan Hisab, Jogjakarta: tp, 1957.
Wehr, Hans, A Dictionary of Modern Written Arabic, Beirut: Librairie Du Laban, 1957.
Published
2013-03-27
How to Cite
MASKUFA, Maskufa. ILMU FALAK. AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam, [S.l.], v. 18, n. 1, p. 29-48, mar. 2013. ISSN 2356-2420. Available at: <https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/akademika/article/view/388>. Date accessed: 01 aug. 2021.