KONSTRUKSI PEMIKIRAN FEMINISME DALAM ISLAM

Menggali Makna Kesetaraan Gender dan Gerakan Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

  • Zainal Abidin Institut Agama Islam Negeri Metro

Abstract


Pergerakan gender menjadi isu global di era modern.Pergerakan gender banyak mempengaruhi para pemikir Muslim yang aktif di dunia.Faktanya konstruk philosophy yang dikembangkan dari wacana barat, menjadi salah satu pembebasan  untuk  akhir hidup mereka. Tidak ada batasan kekuasaan antara laki-laki dan perempuan.Dalam pandangan ini banyak pergerakan emansipasi wanita dimasukan dalam kebebasan yang kuat pada kekuasaan wanita dan mereka menjadi anti-kekerasan dalam status kedudukan dan keluarga, akan tetapi sekarang ini konstruk dari program emansipasi barat menjadi suatu pembebasan dan anti-dogma agama.Maka hal tersebut harus dipikirkan kembali mengenai semangat feminisme yang dipengaruhi oleh nilai-nilai Islam, terutama untuk aktivis gender Muslim.Hal ini sangatlah penting untuk membangun kembali dan memikirkan kembali mengenai dasar pandangan Islam, karena Islam adalah pandangan yang bersifat universal dan merupakan jalan hidup bagi setiap Muslim, dan gender pastinya dipengaruhi oleh spiritual Islam.


The gender movement  is a global isues in the modern era, its influenced for  many thinker of Muslim activies on the world. In the fact the construct of the philosophy was developed from West discourse, that everyone have the liberation to derminate them for live , No bondaires of rule between man and women. For this perspectives many women emancipation movement was introduced the liberation all out of woman rules  and they were become the anti violence of the marital or family, but in now days the construct of that program of emancipation in the West is becaming the liberation and anti dogma of religion. So that it must be rethingking about the spirit of feminism was be influenced by Islamic values, especially for the moslem activities of genders. It is very important to reconstruction and rethinking about the fundamental of Islamic  perspectives, because Islam is the universal view and the way of life for every Muslim, and the gender must be influenced by Islamic spiritual.


Downloads

Download data is not yet available.

References

Gamal A Badawi, “Women Islam dalam Khurshid Ahmad (ed.) Islam Its Meaning and Message, London The Islamic Foudation, 1976.
Muh. Zuhri, Hukum Islam dalam Lintasan Sejarah, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1996.
Muhammad Qutb, Subhat hawl al-Islam, terj. Salah Paham terhadap Islam, IIFSO, 1985.
Said Ramadhan, “Three Major Problems Confronting the World of Islam” dalam Ahmad Ibrahim et. Al. (ed.) Reading on Islam in Shoutheast Asia, Singapore: Institute of South east Asian Studies, 1985.
Selo Sumardjan, “Wanita Indonesia pada tahun 2000 (Perspektif dari Sudut Budaya)” dalam Studia Islamika, No. 20 IX, september 1984.
Syafiq Hasyim, Kepemimpinan Perempuan dalam Islam, Jakarta: JPPR, 1999.
Syahrin Harahap, Islam Dinamis Menegakkan Nilai-Nilai Ajaran Al-Qur’an dalam Kehidupan Modern di Indonesia, Yogyakarta: Tiara wacana, 1997.
Yusuf Abdullah Daghfag, Thariq al-Hidayah, diterjemahkan menjadi Wanita Bersiaplah ke Rumah Tangga, Jakarta: Gema Insani Press, 1992.
Published
2011-10-16
How to Cite
ABIDIN, Zainal. KONSTRUKSI PEMIKIRAN FEMINISME DALAM ISLAM. Akademika : Jurnal Pemikiran Islam (online), [S.l.], v. 16, n. 2, p. 233-246, oct. 2011. ISSN 2356-2420. Available at: <https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/akademika/article/view/177>. Date accessed: 18 oct. 2021.