MEMBANGUN KEKUATAN NILAI PERJANJIAN SYARIAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN BANK SYARIAH DI INDONESIA

Main Article Content

Ayus Ahmad Yusuf Layaman Layaman Wartoyo Wartoyo

Abstract

Abstrak


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya data empiris yang menunjukkan target pertumbuhan aset perbankan syariah dalam 5 tahun kebelakang tidak pernah tercapai. Berdasarkan data BI per Oktober 2014, total aset perbankan syariah baik Bank Umum Syariah (BUS) maupun Unit Usaha Syariah (UUS) mencapai Rp 260,36 triliun. Angka ini, hanya 4,78% dari total aset perbankan konvensional yang bernilai Rp 5.445,65 triliun. Bahkan, pangsa aset perbankan syariah di akhir Oktober 2014 justru lebih sedikit jika dibandingkan Oktober 2013 yang sebesar Rp 229,55 triliun atau 4,86% dari total aset perbankan. BI pada akhir tahun 2013 menargetkan porsi aset bank syariah sebesar 5,25%–6,25% dari total aset bank umum konvensional. Hal ini salah satunya diindikasikan terjadi karena kapabilitas dan kompetensi karyawan bank syariah yang tidak mumpuni. Terbukti dari penelitian sebelumnya bahwa 70% karyawan bank syariah bukan merupakan lulusan berbasis syariah, melainkan karyawan hasil mutasi dari bank konvensional induknya. Empat hipotesis dibangun untuk menyelesaikan masalah penelitian, dengan metode pengumpulan data purposive random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah structural equational modeling yang menggunakan software AMOS 16. Berdasarkan hasil penelitian dihasilkan kesimpulan bahwa (1) Komitmen organisasi berpengaruh positif terhadap sharia engagement. (2) Komitmen organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. (3) Kepemimpinan transformasional berpengaruh positif terhadap sharia engagement. (4) Kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan dan (5) Sharia engagement berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.


 


Kata Kunci: Sharia Engagement, Bank Syariah, dan Kinerja Karyawan


 


Abstract


This research was motivated by the empirical data that shows the target growth of Islamic banking assets in 5 years back never reached. Based on BI data as of October 2014, the total assets of Islamic banking both Islamic Banks (BUS) and Sharia (UUS) reached Rp 260.36 trillion. This figure, only 4.78% of the total assets of conventional banks are worth Rp 5445.65 trillion. In fact, the share of Islamic banking assets at the end of October 2014 even less than in October 2013 from Rp 229.55 trillion, or 4.86% of total banking assets. BI at the end of 2013 targeting the portion of the assets of Islamic banks amounted to 5.25% -6.25% of the total assets of conventional banks. This is one of them indicated happen because of the capabilities and competence of employees of Islamic banks are not qualified. Evident from previous research that 70% of employees are graduates of Islamic banks is not based on sharia, but employees are the result of mutations of the parent conventional bank. Four hypotheses are built to solve the problem of research, data collection method purposive random sampling. Data analysis technique used is equational structural modeling using AMOS software 16. Based on the research produced the conclusion that (1) Commitment positive effect on sharia organization engagement. (2) The commitment the organization has no effect on employee performance. (3) Transformational leadership has positive influence on sharia engagement. (4) Transformational leadership does not affect the performance of employees, and (5) Sharia engagement positively affects employee performance


 


Keywords: Engagement Sharia, Islamic Banking, and Employee Performance


 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
YUSUF, Ayus Ahmad; LAYAMAN, Layaman; WARTOYO, Wartoyo. MEMBANGUN KEKUATAN NILAI PERJANJIAN SYARIAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN BANK SYARIAH DI INDONESIA. AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam, [S.l.], v. 22, n. 2, p. 375-392, dec. 2017. ISSN 2356-2420. Available at: <http://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/akademika/article/view/814>. Date accessed: 25 feb. 2018.
Section
Articles