Praktik Fikih Muamalah dalam Permodalan Pertanian pada Masyarakat Pedesaan di Kabupaten Tanggamus

Authors

  • Jeki Herwendi Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung image/svg+xml
  • Moelki Fahmi Ardliansyah Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.32332/tapis.v10i2.12889

Keywords:

Agricultural financing, rural communities, Islamic law

Abstract

Capital is a vital component of the agricultural sector, particularly for rural communities whose livelihoods depend on farming. However, in Ulu Belu District, Tanggamus Regency, coffee agricultural financing practices remain heavily shaped by local traditions, raising important questions regarding their conformity with Islamic Financial Law. This study examines the integration of capital loans (qardh) with mandatory crop-selling requirements, a financing arrangement that may be interpreted as qardh jarra manfa'ah (loans generating unilateral benefits) and potentially constitutes a form of hidden usury (riba khafi) that weakens farmers' bargaining position. Using a qualitative approach involving observations and in-depth interviews, the study identifies three interrelated factors underlying the persistence of this mu'amalah practice: limited educational attainment, which restricts access to religious and financial literacy; the influence of local cultural norms, whereby transactions are considered valid solely on the basis of mutual consent (an-taradhin) and the absence of explicit interest, while overlooking the essential principles of Islamic contracts; and the persistence of hereditary practices, in which informal transactions continue to rely on inherited oral traditions and personal trust. These findings underscore the need for systematic efforts to strengthen sharia financial literacy within the community. Enhancing the religious and financial awareness of the younger generation is expected to facilitate the gradual transformation of traditional financing practices into more equitable and sharia-compliant models that better support the long-term welfare of coffee farmers.

References

Chapra, M. U. (2000). The future of economics: An Islamic perspective. The Islamic Foundation.

Darwis, R. (2016). Sistem bagi hasil pertanian pada masyarakat petani penggarap di Kabupaten Gorontalo perspektif hukum ekonomi Islam. Al-Mizan, 12(1), 1–25. https://doi.org/10.30603/am.v12i1.122

Famulia, L. (2020). Konsep musaqah dalam fikih dan relevansinya dengan kerja sama “maro” antarpetani kopi (studi di Desa Gunung Sari, Ulu Belu, Tanggamus). Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 1(1), 153–160. https://doi.org/10.24967/psn.v1i1.818

Fawa’id, M. W., & Huda, N. (2020). Praktik sewa lahan pertanian di masyarakat perspektif hukum ekonomi Islam. El-Faqih: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam, 6(1), 36–48. https://doi.org/10.29062/faqih.v6i1.101

Hamat, M. F., & Ellias, M. S. (2010). Aspek-aspek pemikiran kritis dalam [Judul artikel perlu dilengkapi]. Afkar. https://doi.org/10.22452/afkar.vol11no1.3

Handayani, S. (2019). Customer in service delivery dalam upaya peningkatan jumlah nasabah. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 1(2), 185–198. https://doi.org/10.26618/j-hes.v1i2.2304

Harahap, A. S., & Dalyanto. (2020). Kajian hukum Islam terhadap manfaat zakat dalam pengembangan ekonomi masyarakat. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 99–105. https://doi.org/10.32696/ajpkm.v4i1.402

Hariyoko, Y. (2021). Analisa pengembangan ekonomi lokal Desa Mojomalang Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 16(2), 197–206. https://doi.org/10.47441/jkp.v16i2.180

Hidayatullah, M. A. (2023). Analisis sistem bagi hasil antara pemilik modal dan penggarap lahan pertanian di Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa [Preprint]. Open Science Framework. https://doi.org/10.31219/osf.io/vp4sm

Granovetter, M. (1985). Economic action and social structure: The problem of embeddedness. American Journal of Sociology, 91(3), 481–510. http://www.jstor.org/stable/2780199

Ibrahim, A. (2012). Praktik ekonomi masyarakat Aceh dalam konteks ekonomi Islam. Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam, 1(1). https://doi.org/10.22373/share.v1i1.92

Koswara, I., & Robbi, F. A. T. (2018). Pengembangan sektor ekonomi kreatif melalui strategi branding Bandung Creative City Forum (BCCF) dalam menghadapi tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Jurnal Kajian Komunikasi, 6(2). https://doi.org/10.24198/jkk.v6i2.17646

Madjid, S. S. (2018). Prinsip-prinsip (asas-asas) muamalah. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 2(1), 14–28. https://doi.org/10.26618/j-hes.v2i1.1353

Mayasari, D., & Putri, S. W. (2020). Sistem ekonomi Islam dengan aspek kehidupan masyarakat madani ditinjau dari hukum Islam. Al-’Adalah, 23(2), 123–141. https://doi.org/10.35719/aladalah.v23i2.31

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis data kualitatif: Buku sumber tentang metode-metode baru (T. R. Rohidi, Trans.). UI Press.

Mulyaqin, T., Haryani, D., & Astuti, Y. (2016). Faktor yang mempengaruhi petani padi dalam pemanfaatan sumber permodalan: Studi kasus di Kabupaten Serang Provinsi Banten. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.15776.17921

Nasution, M. (2020). Peranan Lubuk Larangan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dalam perspektif hukum ekonomi Islam (studi kasus Lubuk Larangan Desa Gunung Tua Julu). Islamic Circle, 1(2), 129–151. https://doi.org/10.56874/islamiccircle.v1i2.512

Nazwa, P. N., & Hasbi, M. Z. N. (2021). Akad musyarakah dan penerapan dalam manajemen perbankan syariah. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 7(2). https://doi.org/10.29040/jiei.v7i2.2618

Novandi, H. R., & Adi, I. R. (2021). Dampak pengembangan ekonomi lokal melalui community-based tourism terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat di Desa Tamansari, Banyuwangi, Jawa Timur. Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, 1(1), 13–26. https://doi.org/10.55480/saluscultura.v1i1.3

Palupi, I. R. P., Sadeli, A. H., Karyani, T., & Djuwendah, E. (2021). Analisis strategi financial technology peer-to-peer lending PT Crowde Membangun Bangsa sebagai permodalan pertanian digital. SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 18(1), 70–80. https://doi.org/10.20961/sepa.v18i1.46970

Pradana, H. A., & Fitriyanti, S. (2019). Pemberdayaan dan percepatan perkembangan badan usaha milik desa (BUMDes) dalam peningkatan ekonomi masyarakat dan peningkatan pendapatan asli desa. Dinamika Kepemimpinan, 1(1). https://doi.org/10.35457/dk.v1i1.879

Pratama, L. M. R. (2020). Implementasi salam dan istishna di lembaga keuangan syariah. Jurnal Masharif Al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah, 5(2). https://doi.org/10.30651/jms.v5i2.5938

Rachman, A., Sunardi, S., Rahmawati, E., Jannah, L., & Billah, S. (2023). Signifikansi peran dewan pengawas syariah dalam menjamin kepatuhan syariah pada bank syariah di Indonesia. Madani Syari’ah, 6(2), 134–146. https://doi.org/10.51476/madanisyariah.v6i2.517

Rozci, F., & Laily, D. W. (2023). Pengaruh kredit pertanian terhadap kesejahteraan petani di Indonesia: The effect of agricultural credit on farmers welfare in Indonesia. Jurnal Ilmiah Manajemen Agribisnis, 11(2), 92–102. https://doi.org/10.33005/jimaemagri.v11i2.15

Sakum, S. (2021). Implementasi akad murabahah pada produk pembiayaan murabahah di koperasi simpan pinjam dan pembiayaan syariah Baitul Maal Wat Tamwil Fajar Cabang Bekasi. Jurnal Ekonomi Syariah Pelita Bangsa, 6(1), 20–29. https://doi.org/10.37366/jespb.v6i01.173

Sanjaya, Y. B., Wiratno, A., Maghfiroh, S., & Candhratrilaksita, W. (2022). Analisis pengaruh BUMDes, pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat desa terhadap pertumbuhan ekonomi Desa Karangkemiri, Kecamatan Pekuncen. Jurnal Ekonomi, Bisnis, dan Akuntansi, 24(2), 112–125. https://doi.org/10.32424/jeba.v24i2.2996

Saragih, F. H. (2017). Pembiayaan syariah sektor pertanian. Jurnal Agrica, 10(2), 112–122. https://doi.org/10.31289/agrica.v10i2.1458

Scoones, I. (1998). Sustainable rural livelihoods: A framework for analysis (IDS Working Paper No. 72). Institute of Development Studies. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2015.11.013

Siahaan, M. (2022). Penyuluhan masyarakat kewirausahaan bidang ekonomi kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga Desa Sriamur, Tambun Utara, Bekasi. Dedikasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 106–121. https://doi.org/10.53276/dedikasi.v1i2.10

Sopiani, S., & Mubaraq, Z. (2020). Politik hukum pembentukan peraturan perundang-undangan pasca perubahan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan. Jurnal Legislasi Indonesia, 17(2), 146–153. https://doi.org/10.54629/jli.v17i2.623

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sunarsa, S. (2022). Tinjauan hukum Islam dalam praktik pinjaman uang (penelitian di PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekar Syariah Cabang Singajaya Kab. Garut Jawa Barat). Journal for Islamic Studies, 5(3), 324–338. https://doi.org/10.5281/zenodo.7091152

Syukur, M. (2020). Inovasi kelembagaan keuangan mikro agribisnis untuk meningkatkan akses petani kecil pada sumber permodalan. IAARD Press.

Tarmidzi, T., & Arismiyati, I. (2018). Pengembangan potensi ekonomi desa dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat melalui badan usaha milik desa. Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan, 18(1), 129–140. https://doi.org/10.21580/dms.2018.181.2917

Utami, N. E., Hasan, H., & Cahyani, A. I. (2023). Implementasi akad muzara’ah pada usaha tambak di Desa Sapoiha Kabupaten Kolaka Utara menurut hukum Islam. Shaut Al-Haq: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 5(3), 45–56. https://doi.org/10.31332/sh.v3i1.6215

Widiana, W., & Annisa, A. A. (2018). Menilik urgensi penerapan pembiayaan akad salam pada bidang pertanian di lembaga keuangan syariah di Indonesia. Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah, 8(2), 88–101. https://doi.org/10.18326/muqtasid.v8i2.88-101

Yimer, G. (2025). Informal credit market: A general overview. In The nexus between legal pluralism and inclusive finance (pp. 5–37). Springer Nature Switzerland. https://doi.org/10.1007/978-3-031-71653-9_2

Yulianti, D., Musthofa, M. A., & Yatima, K. (2021). Analisis peran pasar tradisional terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Desa Lagan Tengah Kecamatan Geragai. Jurnal Ilmu Manajemen Terapan, 3(1), 65–76. https://doi.org/10.31933/jimt.v3i1.703

Zakir, I., Bakari, Y., Rauf, A., & Hippy, M. Z. (2023). Prioritas persepsi permodalan dan strategi prioritas sumber modal usahatani padi sawah: Analisis AHP dan SWOT. JSEP (Journal of Social and Agricultural Economics), 16(1), 13–25. https://doi.org/10.19184/jsep.v16i1.37950

Downloads

Published

2026-07-18