Paradoks Efisiensi Anggaran dalam Negara Desentralisasi: Re-sentralisasi Fiskal dan Implikasinya terhadap Otonomi Daerah di Era Pemerintahan Prabowo
DOI:
https://doi.org/10.32332/wjad4611Keywords:
Efisiensi Anggaran, Desentralisasi, Resentralisasi, Kebijakan Fiskal.Abstract
Efisiensi anggaran merupakan kebijakan problematis yang dirasakan oleh masyarakat, dikarenakan terjadi ketimpangan penggunaan anggaran dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Inilah sebabnya ada pergeseran Desentralisasi menuju Re-sentralisasi fiscal, sebab pemerintah daerah di fokuskan untuk menjalani program strategis nasional tanpa disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Berkenaan dengan hal tersebut penelitian ini menjadi kajian penting karena menganalisis kebijakan efisiensi anggaran di era pemerintahan prabowo sebagai bentuk sentralisasi fiskal dalam sistem desentralisasi indonesia serta implikasi kebijakan efisiensi anggaran terhadap pelaksanaan otonomi daerah dalam perspektif money follows function dan vertical fiscal imbalance. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yuridis normatif yang dikaji melalui pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah presiden prabowo subianto bertentangan dengan prinsip desentralisasi fiskal karena memperkuat pengendalian anggaran oleh pemerintah pusat meskipun dilakukan sesuai dengan kaidah peraturan perundang-undangan. Berdasarkan konsep regulatory centralism dapat diketahui bahwa kebijakan nasional dalam bentuk RPJMN merupakan sarana pemerintah pusat menjalankan sentralisasi kebijakan yang berdampak kepada daerah, khususnya di bidang fiskal. Implikasi besar dari kebijakan efisiensi anggaran dalam Prinsip Money Follow Function menyatakan bahwa setiap fungsi yang dijalankan harus diikuti oleh keuangan yang stabil agar mampu menjalankan fungsi pelayanan publik secara optimal. Akan tetapi realitanya saat ini, efisiensi anggaran justru menjadi mimpi buruk karena PHK masal yang dilakukan oleh beberapa daerah, justru melemahkan fungsi pelayanan publik. Kondisi ini memperkuat vertical fiscal imbalance yaitu ketidakseimbangan antara tanggung jawab belanja daerah yang besar dengan keterbatasan sumber pendapatan daerah, sehingga pemerintah daerah menghadapi tekanan fiskal dalam mempertahankan kualitas pelayanan publik
Downloads
References
Anggrainy, Firda Cynthia. “Mensesneg Sebut Inpres Efisiensi APBN Untuk Tambah Anggaran MBG.” Detik News, 2025. https://news.detik.com/berita/d-7746966/mensesneg-sebut-inpres-efisiensi-apbn-untuk-tambah-anggaran-mbg.
Armin, Rizka Amelia, Nurul Adliyah, and Ummu Habibah Gaffar. “Politik Anggaran : Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah.” Palita: Journal of Social Religion Research 8, no. 2 (2023): 185–204.
Ayyubi, Sholahuddin Al. “Mendagri Tito: 77% Pemda Masih Bergantung Ke Pemerintah Pusat.” Kabar 24, 2025. https://kabar24.bisnis.com/read/20250424/15/1871899/mendagri-tito-77-pemda-masih-bergantung-ke-pemerintah-pusat?utm_sourcem.
Boadway, Robin, and Anwar Shah. Fiscal Federalism: Principles and Practice of Multiorder Governance. Cambridge: Cambridge University Press, 2009.
Darmawan, Aditya Priyatna, and Irawan Sapto Adhi. “Efisiensi Anggaran Pemerintah, Benar-Benar Menghemat Atau Justru Merugikan?” Kompas.com, 2025. https://www.kompas.com/tren/read/2025/02/13/050000865/efisiensi-anggaran-pemerintah-benar-benar-menghemat-atau-justru-merugikan-?page=all&utm_source.
Faguet, Jean-Paul. “Decentralization and Governance.” World Development 53 (2014): 2–13. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2013.01.002.
Guo, Jie, Lixia Jin, and Yongchun Yang. “China ’ s Urban Transformation in the Shadow of Regulatory Centralism : The Revitalization of Old Industrial Cities as a Case.” Land 11, no. 11 (2022): 1–17.
Hong, Gee Hee, Shikun Barry Ke, and Anh DM Nguyen. “The Economic Impact of Fiscal Policy Uncertainty : Evidence from a New Cross-Country Database.” International Monetary Fund 2024, no. 209 (2024): 1–58.
Irawati. “Sri Mulyani Akui Pemangkasan Anggaran Untuk Biayai Makan Bergizi Gratis.” InfoBankNews, 2025. https://infobanknews.com/sri-mulyani-akui-pemangkasan-anggaran-untuk-biayai-makan-bergizi-gratis/.
Jaya, Nirwan Ardhi, Budi Ispriyarso, and Aga Natalis. “Konstruksi Kebijakan Desentralisasi Fiskal Berbasis Paradigma Good Financial Governance Di Indonesia.” Humani (Hukum Dan Masyarakat Madani) 10, no. 1 (2020): 24–44.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Nota Keuangan Dan APBN Tahun Anggaran 2025. Jakarta: Kemenkeu RI, 2024.
Khalwani, Ahmad Rifqi Danwanus. “Efisiensi Anggaran, 437 Pegawai Honorer Pemkab Lumajang Kena PHK.” Berita Satu, 2025. https://www.beritasatu.com/jatim/2871510/efisiensi-anggaran-437-pegawai-honorer-pemkab-lumajang-kena-phk#google_vignette.
Larasati, Genoveva Pupitasari. “Implementasi Desentralisasi Dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Jurnal Komunikasi Hukum 8, no. 1 (2022): 244–51.
Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum: Edisi Revisi. Yogyakarta: Prenada Media, 2017. https://books.google.co.id/books?id=CKZADwAAQBAJ.
Muin, Ashrawi. “Pemkot Makassar Berhentikan 3.000 Pegawai Honorer.” IDN Times Sulsel, 2025. https://sulsel.idntimes.com/news/sulawesi-selatan/pemkot-makassar-berhentikan-3-000-pegawai-honorer-00-ghkwk-f4jbkt.
Nastitie, Denty Piawai. “Penyerapan Pemda Rendah, Ada Daerah Yang Baru Belanjakan 1,69 Persen Anggaran.” Kompas.com, 2025. https://www.kompas.id/artikel/penyerapan-pemda-rendah-ada-daerah-yang-baru-belanjakan-169-persen-anggaran.
Ningsih, Kartika Shara, Aldri Frinaldi, and Lince Magriasti. “Desentralisasi Fiskal Dalam Peyelenggaraan Otonomi Daerah Di Indonesia.” Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan (JISIP) 7, no. 3 (2023): 2606–14.
Noranisa. “Paradoks Sentralisasi Dalam Desentralisasi : Analisis Kritis Evolusi Regulasi Pemerintahan Daerah Di Indonesia Dari UU No . Noranisa Institut Agama Islam Negeri ( IAIN ) Bone , Indonesia Abstrak Volume 6 Nomor 1 , April 2025 Paradoks Sentralisasi.” Khatulistiwa Law Review 6, no. April (2025): 1–12.
Oates, Wallace E. Fiscal Federalism, Harcourt Brace Jovanovich. New York. New York, 1972.
Pabayo, Antonius Sasana Talino. “The Impact of Fiscal Decentralization Policy on Regional Fiscal Independence in Indonesia.” Journal of Local Government Issues ( LOGOS ) 8, no. 22 (2025): 142–60.
Pardede, Raynard Kristian Bonanio. “North Maluku’s Fiscal Capability Still Weak.” Kompas.com, 2025. https://www.kompas.id/artikel/en-kapabilitas-fiskal-maluku-utara-masih-lemah?utm_source.
Peng, Fei, Shibiao Zhou, and Peng Zhou. “Local Government Fiscal Stress and Corporate Risk-Taking: Evidence from a Quasi-Natural Experiment in China.” Economic Analysis and Policy 80 (2023): 1677–95. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.eap.2023.11.009.
Purnama, Iqbal Dwi. “Deretan Proyek Jalan Tol Berpotensi Mangkrak Imbas Efisiensi Anggaran Kementerian PU.” Okezone Finance, 2025. https://economy.okezone.com/read/2025/02/15/470/3114179/deretan-proyek-jalan-tol-berpotensi-mangkrak-imbas-efisiensi-anggaran-kementerian-pu.
Ramadhani, Rieska Karunia, Susilo, Nugroho Suryo Bintoro, and Lalang Saksono. “Fiscal Decentralization , Expenditure Autonomy as the Mediating Mechanism and Economic Growth : Maqasid Syariah Perspective.” JIAKES: Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan 1375, no. 5 (2025): 1375–86. https://doi.org/10.37641/jiakes.v13i5.4222.
Saprianto, Ringgo, Tiur Roida Simbolon, and Alexandra Hukom. “Implikasi Otonomi Daerah Pada Pembangunan Sektor Pendidikan Dan Kesehatan Di Indonesia.” JEPP: Jurnal Ekonomi Pembangunan Dan Pariwisata 3, no. 2 (2023): 68–84.
Sasmita, Ronny P. “Bagaimana Sentralisasi Fiskal Melemahkan Otonomi Daerah Indonesia.” Devpolicy, 2025. https://devpolicy.org/how-fiscal-centralisation-undermines-indonesias-regional-autonomy-20251127/?utm_source.
Sulaiman, Stefanno, and Ananda Teresia. “Indonesia’s Regional Budget Cuts Set to Spur More Local Tax Hikes and Public Outrage.” Reuters, 2025. di akses pada tanggal 06 Maret 2026.
Waluyo, Djoko. “Realokasi Untuk Program Asta Cita, Prabowo Pangkas Belanja Rp306 Triliun.” Harianterbit, 2025. https://harianterbit.co/2025/01/24/realokasi-untuk-program-asta-cita-prabowo-pangkas-belanja-rp306-triliun/.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Linda Permata Sari, Putri Wahyu Widayanti, Arif Akbar Kurnia, Arintika Noriyah, Naufal Fadhel

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











