Author Guidelines

PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL  

FINANSIA: Jurnal Akuntansi dan Perbankan Syariah

 

Judul Artikel, Sekitar 15 Kata, Memberi Gambaran Penelitian (Garamond 12, Bold,  spasi 1,15 spacing after 6 pt)

Nama Penulis Pertama (Garamond 12, Bold, spasi 1)

Afiliasi (Jurusan, Fakultas, Universitas) dan Alamat e-mail (Garamond 10, spasi 1, Italic )

Nama Penulis Kedua, dan seterusnya

Afiliasi (Jurusan, Fakultas, Universitas) dan Alamat e-mail

 

     

Abstract:  memuat uraian singkat mengenai masalah dan tujuan penelitian, metode yang digunakan dan hasil penelitian. Tekanan penulisan abstrak terutama pada hasil dan analisis penelitian. Abstrak ditulis dalam dua bahasa; bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, hanya saja abstrak bahasa Inggris disajikan terlebih dahulu dengan format miring atau Italic. Jumlah kata berkisar antara 150-200 kata. Pengetikan abstrak dilakukan dengan spasi 1 atau tunggal front 10 jenis huruf Garamond dengan margin yang lebih sempit dari margin kanan dan kiri teks utama. Kata kunci perlu dicantumkan untuk menggambarkan ranah masalah yang diteliti dan istilah-istilah pokok yang mendasari pelaksanaan penelitian. Kata-kata kunci dapat berupa kata tunggal atau gabungan kata. Jumlah kata-kata kunci 3-5 kata. Kata-kata kunci ini diperlukan untuk komputerisasi. pencarian judul penelitian dan abstraknya dipermudah dengan kata-kata kunci tersebut.

Keywords: Content, Formatting, Article.  

Abstrak : Abstrak memuat uraian singkat mengenai masalah dan tujuan penelitian, metode yang digunakan dan hasil penelitian. Tekanan penulisan abstrak terutama pada hasil dan analisis penelitian. Abstrak ditulis dalam dua bahasa; bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, hanya saja abstrak bahasa Inggris disajikan terlebih dahulu dengan format miring atau Italic. Jumlah kata berkisar antara 150-200 kata. Pengetikan abstrak dilakukan dengan spasi 1 atau tunggal front 10 jenis huruf Garamond dengan margin yang lebih sempit dari margin kanan dan kiri teks utama. Kata kunci perlu dicantumkan untuk menggambarkan ranah masalah yang diteliti dan istilah-istilah pokok yang mendasari pelaksanaan penelitian. Kata-kata kunci dapat berupa kata tunggal atau gabungan kata. Jumlah kata-kata kunci 3-5 kata.  Kata-kata kunci ini diperlukan untuk komputerisasi. pencarian judul penelitian dan abstraknya dipermudah dengan kata-kata kunci tersebut.

Kata Kunci: Isi, Format, Artikel.

  1. Latar Belakang(Garamond 12, Bold,spasi1)

Bagian pendahuluan terutama berisi: (1) permasalahan penelitian; (2) wawasan dan rencana pemecahan masalah; (3) rumusan tujuan penelitian; (4) metodologi penelitian; (5) rangkuman kajian teoritik yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Pada bagian ini kadang-kadang juga dimuat harapan akan hasil dan manfaat penelitian. Bahkan kadang-kadang penulis menjelaskan metode penelitian dalam satu sub bab tertentu.

Template untuk format artikel ini dibuat dalam MS Word 2007, dan selanjutnya disimpan dalam format rtf, doc, docx. File template format artikel ini dan dapat diunduh di ejournal.merounic.ac.id. Template ini memungkinkan penulis artikel untuk menyiapkan artikel sesuai dengan aturan secara relatif cepat dan akurat, terutama untuk kebutuhan artikel elektronik yang diunggah ke dalam open journal sytem (OJS) IAIN Metro.

Batang tubuh teks menggunakan font: cambria 11, regular, spasi 1,15, spacing before 0 pt, after 0 pt. Awal paragraph diberi tap 2 kali sehingga terpisah antara 1 paragraph dengan paragraph lain. Panjang tulisan sekitar 15-20 halaman dengan format template.

­­

  1. Hasil dan Pembahasan

Bagian ini merupakan bagian utama artikel hasil penelitian dan biasanya merupakan bagian terpanjang dari suatu artikel. Hasil penelitian yang disajikan dalam bagian ini adalah hasil “bersih”. Pada sub judul ini memuat bagian-bagian rinci dalam bentuk sub topik yang berkaitan langsung dengan fokus penelitian. Pada jurnal ini tidak ada sub judul “hasil penelitian”, tetapi sub judul berupa topik dan pembahasan. Jadi, penulis bebas membuat sub judul sesuai temuan penelitiannya.

Pembahasan dalam artikel bertujuan untuk: (1) menjawab rumusan masalah dan pertanyaan-pertanyaan penelitian; (2) menunjukkan bagaimana temuan-temuan itu diperoleh; (3) menginterpretasi/menafsirkan temuan-temuan; (4) mengaitkan hasil temuan penelitian dengan struktur teori dan pengetahuan yang telah mapan; dan (5) memunculkan teori-teori baru atau modifikasi teori yang telah ada.

Dalam menjawab rumusan masalah dan pertanyaan-pertanyaan penelitian, hasil penelitian harus disimpulkan secara eksplisit. Penafsiran terhadap temuan dilakukan dengan menggunakan logika dan teori-teori yang ada. Temuan berupa kenyataan di lapangan diintegrasikan/ dikaitkan dengan hasil-hasil penelitian sebelumnya atau dengan teori yang sudah ada. Untuk keperluan ini harus ada rujukan. Dalam memunculkan teori-teori baru, teori-teori lama bisa dikonfirmasi atau ditolak, sebagian mungkin perlu memodifikasi teori dari teori lama.

 

Kutipan dan Acuan

Salah satu ciri artikel ilmiah adalah menyajikan gagasan orang lain untuk memperkuat dan memperkaya gagasan penulisnya. Gagasan yang telah lebih dulu diungkapkan orang lain ini diacu (dirujuk), dan sumber acuannya dimasukkan nanti dalam daftar pustaka. Acuan adalah penyebutan sumber gagasan yang dituliskan di dalam teks sebagai (1) pengakuan kepada pemilik gagasan bahwa penulis telah melakukan “peminjaman” bukan penjiplakan, dan (2) pemberitahuan kepada pembacanya siapa dan dari mana gagasan tersebut diambil.

Penyajian gagasan orang lain di dalam artikel dilakukan secara tidak langsung. dan secara langsung. Gagasan yang dikutip secara tidak langsung umumnya berasal dari buku teks, jurnal, makalah, artikel dan website dll. Tulisan yang dikutip tersebut dibuatkan ringkasan atau simpulannya serta dibuat dalam batang tubuh artikel dan di akhir paragraph diberi rujukan dengan system fotenote. Sebagai contoh adalah paragraph berikut:

Menurut Oman Faturrahman, biasanya para guru tarekat Syattariyah, dengan berpegang pada prinsip ru’yat al-hilâl (melihat bulan) menetapkan awal puasa tersebut satu atau dua hari setelah para guru tarekat Naqsybandiyyah menetapkannya. Bahkan antara pengikut tarekat Syattariyah juga sering tidak sama dan bagi mereka hal ini tidak menjadi masalah[1].

Adapun penyajian gagasan secara langsung dipakai untuk kutipan wawancara dan catatan observasi. Paragraph  yang dikutip masuk dalam batang tubuh artikel dengan margin kiri dan kanan yang lebih sempit dari margin artikel utama dengan 1 inci kiri  dan 0,8 inci kanan serta diketik dalam 1 spasi. Penulis boleh membuat kutipan secara fotenote dan boleh juga tidak. Contoh kutipan wawancara adalah:

 “My cousin brother came to Singapore for work. He did a course and got a job here. So I wanted to come here in Singapore. I have seen my neighbor’s eldest son coming here and making a lot of money which he used to send home. With the money they were able to built new house. I thought I have to do the same for my family so I came here. I have seen many people from my village coming here in Singapore so I took the inspiration from them. So I borrowed money and came here. I am not so good in studies and so I left studies after 10th  standard. With that level of education I will not be able to get a good job in Bangladesh. But I can get a good salary in Singapore as the work I do doesn’t consider my educational background. I can make more money than an educated person back home. So why not come to Singapore”.

 

Secara umum acuan memuat nama pengarang, judul buku atau tulisan serta halaman. Namun dengan adanya beberapa jenis acuan maka akan diperinci sebagai berikut:

  1. Buku teks adalah buku terbitan yang tidak lebih dari 5 tahun terbit. Metode penulisan footnotenya adalah nama penulis, koma, buka kurung tahun terbit, tutup, koma, judul buku yang ditulis miring, koma, kota terbit, titik dua, penerbit, koma, huruf h, titik, halaman dan . Footnote ini ditulis jenis huruf Garamond 10, Tab 1,5, Contoh footenote buku teks adalah:

[1]Elly M. Setiadi dan Usman Kolip, Pengantar Sosiologi Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Sosial; Teori, Aplikasi dan Pemecahannya, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011),  h.20

Sedangkan untuk kutipan buku yang berulang hanya menuliskan penulis, koma, buka kurung tahun, tutup kurung, koma, penggalan judul, koma, halaman. Contoh kutipan ini adalah

[1]Elly M. Setiadi dan Usman Kolip, Pengantar Sosiologi Pemahaman Fakta……,  h. 80.

  1. Jurnal ilmiah dikutip dengan format, nama penulis, koma, judul artikel, koma, nama jurnal, koma, volume dan edisi sesuai model jurnal, koma, tahun terbit dan halaman

[1]James C Brau, “Microfinance: A Comprehensive Review of the Existing Literature”, Journal of Entrepreneurial Finance and Business Ventures, Vol. 9, Issue 1, 2004, h. 1-26.

[1]Diana Ambarwati, “Lapas, Narapidana Dan Ekonomi: Tinjauan Pembinaan Ekonomi Produktif di Lembaga Pemasyarakatan Kota Metro Lampung”, Islam Realitas: Journal of Islamic & Social Studies, Vol. 9, No. 1,  Juni 2017, h. 20.

Adapun pengutipan jurnal yang sudah ada sebelumnya dengan hanya nama penulis, koma, penggalan judul artikel, koma, halaman dan titik.

  1. Kutipan dari sumber internet ditulis dengan format nama penulis, koma, judul tulisan, koma, alamat situs, koma, tanggal di akses, dengan contoh sebagai berikut:

[1]Asep Rosadi, “Syarat Kredit KUR BRI”, www.blogaseprosidi.html. diakses tanggal 10 Februari 2014.

  1. Kutipan dari sumber makalah dan artikel Koran ditulis dengan menulis nama, koma judul artikel, koma, nama Koran, koma, hari, koma, tanggal, koma dan tahun, dengan contoh sebagai berikut:

[1]Carunia Mulya Firdausy, in Memoriam Thee Kian Wie, “Birograsi Hambat Kemajuan Ekonomi dan Peneliti”, Harian Kompas, Kamis, 13 Februari 2014

  1. Kutipan langsung wawancara dan observasi dengan menulis nama informan, koma, judul wawancara, koma, hari, koma dan tanggal, dengan contoh sebagai berikut:

[1]Sinaga Sinangguli, Wawancara Pribadi, Minggu 16 Februari 2014

 Sedangkan kutipan observasi ditulis catatan observasi, koma, lokasi, koma, hari, koma dan tanggal. Dengan contoh sebagai berikut:

[1] Catatan Observasi, Kantor Wali Nagari Kubang Putih,  Minggu 16 Februari 2014

 

Gambar dan Tabel

Tabel, gambar dan grafik dapat digunakan untuk memperjelas penyajian hasil penelitian secara verbal. Tabel dan grafik harus diberi komentar atau dibahas serta diberi acuan atau rujukan dengan system footnote. Tempatkan label tabel di atas tabel, sedangkan label gambar di bagian bawahnya. Tuliskan tabel tertentu secara spesifik, misalnya Tabel 1, nama table (front 10) sedangkan kolom table dengan front 10. Contoh penulisan tabel adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Format Tabel

Kepala Tabel

Kepala Kolom Tabel

Sub-kepala Kolom

Sub-kepala Kolom

Isi

Isi tabel

Isi tabel

Sumber: Data BPS Kota Bukittinggi 2012

Kesimpulan

Kesimpulan menyajikan ringkasan dari uraian mengenai hasil dan pembahasan, mengacu pada tujuan penelitian. Berdasarkan kedua hal tersebut dikembangkan pokok-pokok pikiran baru yang merupakan esensi dari temuan penelitian.

 

Daftar Pustaka

Daftar pustaka harus lengkap dan sesuai dengan acuan yang disajikan dalam batang tubuh artikel. Semua acuan yang telah disebutkan dalam artikel harus dicantumkan dalam daftar pustaka. Untuk menunjukkan kualitas artikel ilmiah, acuan yang dimasukkan dalam daftar pustaka harus cukup banyak. Daftar pustaka disusun secara alfabetis dan dikelompokkan sesuai dengan jenis rujukan seperti buku teks, jurnal ilmiah, makalah dan artikel, wawancara serta sumber online. Cara penulisannya sama dengan penulisan footenote, hanya ukuran front huruf cambria 11,, margin atas 0 inci dan margin bawah 1,75 inci, spasi 1, spacing before 6 pt, after 6 pt. Adapun jenis sumber dikelompokkan sesuai jenis dan aturan masing bagian sebagai berikut:

 

Buku Teks

Imam Mustofa, Ijtiad Kontemporer Menuju Fiqih Kontekstual, (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2013).

Jurnal Ilmiah

Diana Ambarwati, “Etika Bisnis Yusuf Al-Qardhawi (Upaya Membangun Kesadaran Bisnis Beretika), Adzkiya: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah, Vol.4 ed. 1 2013.

Makalah Ilmiah  dan Artikel

Sujimat, D. Agus, “Penulisan karya ilmiah”. Makalah disampaikan pada Pelatihan Penelitian bagi Guru SLTP Negeri di Kabupaten Sidoarjo tanggal 19 Oktober 2000 (Tidak diterbitkan),

Karunia Mulya Firdausy, in Memoriam Thee Kian Wie, “Birograsi Hambat Kemajuan Ekonomi dan Peneliti”, Harian Kompas, Kamis, 13 Februari 2014

Referensi Online dan Wawancara

Rosadi, Asep, “Syarat Kredit KUR BRI”,www. Blogaseprosidi.html, diakses pada tanggal 10 Februari 2014.

Sinangguli, Sinaga, Wawancara Pribadi, Minggu 16 Februari 2014

 

[1]Oman Fahurrahman, Tarekat Syatariyah di Minangkabau: Teks dan Konteks, (Jakarta: Prenada Media, 2008), h. 20