STRES DAN PATAH HATI PEER COUNSELOR PADA LAYANAN PSYCHOLOGICAL FIRST AID (PFA) DI TEMAN SEHATI
DOI:
https://doi.org/10.32332/yjk6pn64Keywords:
Patah Hati; Koping; Peer Counselor; Psychological First Aid; Stres.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman stres dan patah hati peer counselor Psychological First Aid (PFA) di Teman Sehati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini melibatkan lima peer counselor sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres pada peer counselor disebabkan oleh tekanan akademik, tanggung jawab organisasi dan pekerjaan, masalah keluarga, serta beban emosional saat menangani klien dengan masalah serupa. Patah hati dipahami sebagai luka emosional akibat kekecewaan atau kehilangan dalam hubungan interpersonal. Peer counselor mengatasi tantangan ini melalui strategi koping yang beragam. Penelitian ini menyoroti pentingnya pelatihan tambahan tentang pengelolaan burnout dan mindfulness serta penguatan lingkungan kerja yang mendukung untuk meningkatkan kesehatan mental dan efektivitas peer counselor.
References
(WHO), World Health Organization. n.d. “Mental Health at Work: Policy Brief.” Www.Who.Int.
Accessed November 16, 2024. https://www.who.int/publications/i/item/9789240057944.
Aulia, Dea, Rezki Hariko, and Yeni Karneli. 2022. “Resolusi Perasaan Kontratransferensi Dalam Konseling.” SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling 7 (3): 108–17. https://doi.org/10.23916/081847011.
Ayuningtyas, Dumilah, Misnaniarti Misnaniarti, and Marisa Rayhani. 2018. “Analisis Situasi Kesehatan Mental Pada Masyarakat Di Indonesia Dan Strategi Penanggulangannya.” Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat 9 (1): 1–10. https://doi.org/10.26553/jikm.2018.9.1.1-10.
Handayani, Trisni, Dian Ayubi, and Dien Anshari. 2020. “Literasi Kesehatan Mental Orang Dewasa Dan Penggunaan Pelayanan Kesehatan Mental.” Perilaku Dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior 2 (1): 9. https://doi.org/10.47034/ppk.v2i1.3905.
Ibda, Fatimah. 2023. “Dukungan Sosial: Sebagai Bantuan Menghadapi Stres Dalam Kalangan Remaja Yatim Di Panti Asuhan.” Intelektualita 12 (2): 153–69. https://doi.org/10.22373/ji.v12i2.21652.
Kurniawan, Mohamad Rizal, Prakrisno Satrio Budhi, Setia, and Fahyuni Baharuddin. 2023. “PENGARUH DUKUNGAN ORGANISASI DAN KOMITMEN AFEKTIF TERHADAP BURNOUT PADA KARYAWAN PT. X.” Humanistik’45 11 (2):77–84. https://univ45sby.ac.id/ejournal/index.php/humanistik/article/view/536.
Lumban Gaol, Nasib Tua. 2016. “Teori Stres: Stimulus, Respons, Dan Transaksional.” Buletin Psikologi 24 (1): 1. https://doi.org/10.22146/bpsi.11224.
Umy Yonaevy, and Ratih Prananingrum. 2024. “Teknik Grounding Untuk Mengurangi Kecemasan Pada Remaja.” Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan 2 (4): 347–51. https://doi.org/10.31004/jerkin.v2i4.279.
Wardaningsih, Shanti, Muhammad Arif Rizqi, Annisa Warastri, and Deasti Nurmaguphita. 2023. “Pelatihan Peer Counselor Untuk Meningkatkan Efikasi Diri Dalam Memberikan Konseling.” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan

