RELIGIUSITAS REMAJA SMA (Analisis Terhadap Fungsi dan Peran Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Kepribadian Siswa

Main Article Content

Mukhtar Hadi

Abstract

Abstrak


Tanggung jawab pendidikan bukan hanya mentransfer pengetahuan tetapi juga mentransfer nilai-nilai kepada diri siswa. Tanggung jawab tersebut bertujuan untuk membentuk siswa agar memiliki kepribadian yang utuh, yakni pribadi yang tidak hanya memiliki pengetahuan yang luas, akan tetapi juga memiliki spiritualitas yang mendalam. Untuk mencapai tujuan yang mulia ini sebagian dibebankan kepada guru-guru agama di sekolah melalui Pendidikan Agama Islam.  Pada jenjang Sekolah Menengah Atas, siswa dituntut untuk memiliki moralitas dan spiritualitas yang tinggi. Siswa dituntut untuk memiliki pengetahuan agama yang baik sekaligus juga dapat mengamalkan ajaran agama itu dalam kehidupan sehari-hari.


Tulisan ini berusaha untuk mengungkapkan mengenai sisi religiusitas para siswa SMA yang dikaitkan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah. Secara lebih spesifik tulisan yang berdasarkan riset  ini berusaha untuk mengungkapkan gambaran tingkat religiusitas remaja SMA di Kota Metro. Kemudian mengetahui efektifitas PAI di SMA terhadap pembentukan nilai-nilai religiusitas yang berada dalam diri siswa. Serta mengetahui pelaksanaan PAI di SMA apakah secara substantif memberikan penekanan pada internalisasi nilai-nilai keagamaan ataukah sebatas pengetahuan kognitif keagamaan semata.


Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa dari sisi tingkat religiusitas atau tingkat keagamaannya para remaja SMA di Kota Metro, didapatkan temuan bahwa 30% dari mereka termasuk katagori Kurang Religius, sisanya sebesar 47,50% termasuk katagori cukup Religius dan 22,50% lainnya termasuk katagori Religius. Sementara dilihat dari efektifitas keberhasilan PAI di SMA terhadap pencapaian tingkat religusitas para remaja SMA ditemukan fakta bahwa hanya 9% dari para remaja SMA tersebut yang mengaku pembelajaran PAI adalah faktor utama yang menyebabkan pencapaian tingkat religisuitas yang mereka rasakan. Selebihnya 45% disebabkan oleh faktor keluarga, 12,5% karenan faktor keaktifan mereka di Rohis. Dan sisanya 20% dikarenakan persinggungan mereka dengan masjid, madrasah dan pondok pesantren. Secara keseluruhan pelaksanaan pembelajaran PAI di SMA telah direncanakan dan dilaksanakan dengan mengacu tiga aspek tujuan pembelajaran, yaitu aspek koginitif, afektif dan psikomotor. Namun pada aspek afektif, guru agama hanya mampu menilai sikap dan perilaku siswa ketika di dalam kelas, sementara perilaku keagamaan di luar kelas atau di luar sekolah tidak dapat diketahui. Kesulitan guru PAI dalam melihat tingkat keberhasilan PAI  adalah pada aspek afektif, yaitu apakah nilai-nilai keagamaan yang telah ditanamkan  kepada siswa dapat terinternalisasi dalam pribadi siswa.


 


Abstract


Educational responsibility is not just transferring knowledge but also transferring the values to the students themselves. The responsibility aims to form students in order to have a whole personality, ie a person who not only has a wide knowledge, but also has a deep spirituality. To achieve this noble goal is partially burdened to religious teachers in schools through Islamic Religious Education. At the level of Senior High School, students are required to have high morality and spirituality. Students are required to have a good religious knowledge as well as to practice the teachings of religion in daily life.
This paper seeks to reveal the religiosity of high school students associated with learning of Islamic Religious Education in schools. More specifically, this research-based article seeks to express the high school religious religiosity in Metro City. Then know the effectiveness of PAI in SMA towards the formation of values of religiosity residing in student. And knowing the implementation of PAI in high school does substantively give emphasis on the internalization of religious values or limited to cognitive knowledge only religion.


Based on the results of the research, it can be concluded that in terms of the level of religiosity or religious level of high school adolescents in Metro City, found the findings that 30% of them including Less religious categories, the remaining 47.50% including the category is quite Religious and 22.50% including the Religious category. While viewed from the effectiveness of the success of PAI in SMA towards the achievement of high school religusitas level found the fact that only 9% of the high school adolescents who claimed learning PAI is the main factor causing the achievement level of religiousity they feel. The remaining 45% is due to family factors, 12.5% because of their liveliness factor in Rohis. And the remaining 20% due to their intersection with mosques, madrassas and boarding schools (pondok pesantren). Overall implementation of learning PAI in SMA has been planned and implemented with reference to three aspects of learning objectives, namely coginitive, affective and psychomotor aspects. However, in the affective aspect, religious teachers are only able to assess the attitudes and behavior of students when in the classroom, while religious behavior outside the classroom or outside the school can not be known. The difficulty of PAI teachers in looking at the success rate of PAI is on the affective aspect, ie whether the religious values that have been implanted to the students can be internalized in the student's personal.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
HADI, Mukhtar. RELIGIUSITAS REMAJA SMA. TAPIS: Jurnal Penelitian Ilmiah, [S.l.], v. 1, n. 02, p. 304 - 322, dec. 2017. ISSN 2580-068X. Available at: <http://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/tapis/article/view/925>. Date accessed: 20 feb. 2018.
Section
Articles