URGENSI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL UNTUK MENUMBUHKAN NILAI TOLERANSI AGAMA DI INDONESIA

Main Article Content

Eka Prasetiawati

Abstract

Abstrak


Indonesia memiliki kemajemukan suku bangsa dan agama. Kemajemukan suku ini merupakan salah satu ciri masyarakat Indonesia yang bisa dibanggakan. Akan tetapi, tanpa kita sadari bahwa kemajemukan tersebut juga menyimpan potensi konflik yang dapat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini telah terbukti di beberapa wilayah Indonesia terjadi konflik seperti di Sampit antara Suku Madura dan Dayak, di Poso antara Kristiani dan Muslim, di Aceh antara GAM dan RI, konflik Ahmadiyah, penodaan agama, masuknya faham radikalisme dan terorisme, konflik pembubaran HTI dll. Untuk meminimalisir hal tersebut, di sekolah harus ditanamkan nilai-nilai kebersamaan, toleran dan mampu menyesuaikan diri dalam berbagai perbedaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui urgensi pendidikan multikultural di Indonesia. Dengan pendidikan multikultural, diharapkan bisa membangun wacana multikultural di kalangan guru dan siswa yang tidak hanya mampu membangun keahlian siswa pada mata pelajaran yang diajarkan akan tetapi mampu menerapkan nilai-nilai pluralisme, humanisme dan demokrasi secara langsung di sekolah sehingga bangsa ini mampu menghadapi berbagai bentuk konflik sosial. Metode penelitian ini adalah studi kepustakaan (Library Research). Dalam pendekatan menggunakan  normatif deskriptif dengan lebih menekankan pada kekuatan analisis data pada sumber-sumber data yang ada. Adapun metodenya menggunakan analisis isi yaitu metode yang lebih mengedepankan pada pengungkapan aspek isi (esensi) dari beberapa proporsi yang ada. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa urgensi pendidikan multikultural di Indonesia adalah sebagai sarana alternatif  pemecahan konflik, membina siswa agar tidak tercerabut dari akar budaya, sebagai landasan pengembangan kurikulum nasional, dan terwujudnya masyarakat Indonesia yang multikultural. Adapun implementasinya di sekolah, dalam konteks pembelajaran perlu dilakukan pendekatan  integratif learning model (guru mengorganisasi materi dengan mengaitkan beberapa tema dari berbagai mata pelajaran yang relevan misal melalui mata pelajaran agama dan PKn;  guru mempunyai strategi pembelajaran yang relevan yaitu student centered instruction  melalui diskusi, simulasi dan game; penguatan pendidikan karakter di sekolah seperti religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan integritas; menumbuhkan nilai-nilai toleransi agama dengan cara sekolah harus mempersiapkan kurikulum yang memuat nilai pluralisme dan toleransi.


 


Abstract


          Indonesia has a plurality of tribes and religions. The plurality of this tribe is one of the characteristics of Indonesian society that can be proud. However, we do not realize that the plurality also holds the potential for conflict that can threaten the life of the nation and the state. This has been proven in some areas of Indonesia such as the Sampit conflict between the Madurese and Dayaks, in Poso between Christians and Muslims, in Aceh between GAM and RI, the Ahmadiyah conflict, religious blasphemy, the infiltration of radicalism and terrorism, HTI dissolution etc. To minimize this, in schools must be instilled togetherness values, tolerant and able to adapt in various differences. The purpose of this study is to determine the urgency of multicultural education in Indonesia. With multicultural education, it is hoped to build multicultural discourse among teachers and students that not only able to build students' skills on subjects taught but be able to apply the values of pluralism, humanism and democracy directly in schools so that the nation is able to face various forms of conflict social.  This research method is literature study (Library Research). In the approach using normative descriptive with more emphasis on the power of data analysis on existing data sources. The method uses content analysis is a method that prioritizes on the disclose aspects of the content (essence) of some existing proportions. From the results of this study, the authors conclude that the urgency of multicultural education in Indonesia is as an alternative means of solving conflicts, fostering students not deprived of cultural roots, as the foundation for the development of the national curriculum, and the realization of a multicultural Indonesian society. The implementation of the school, in the context of learning needs integrative learning model approach (teachers organize the material by linking several themes from various relevant subjects eg through religious subjects and civics), teachers have relevant learning strategy that is student centered instruction through discussion, simulation and games, strengthening character education in schools such as religious, nationalist, independent, mutual cooperation and integrity, growing religious tolerance values by schools must prepare a curriculum that includes the values of pluralism and tolerance

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
PRASETIAWATI, Eka. URGENSI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL UNTUK MENUMBUHKAN NILAI TOLERANSI AGAMA DI INDONESIA. TAPIS: Jurnal Penelitian Ilmiah, [S.l.], v. 1, n. 02, p. 272 - 303, dec. 2017. ISSN 2580-068X. Available at: <http://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/tapis/article/view/876>. Date accessed: 20 feb. 2018.
Section
Articles