Implementasi Syura dalam Sistem Demokrasi Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.32332/1ahmpf04Abstract
Implementasi syura’ dalam demokrasi mencerminkan integrasi nilai-nilai musyawarah untuk mufakat yang terkandung dalam prinsip Pancasila. Syura’ berasal dari tradisi Islam menekankan pada proses pengambilan keputusan melalui musyawarah dan pasrtisipasi aktif semua pihak untuk mancapai kesepakatan bersama. Dalam konteks Indonesia, nilai syura’ ini diadaptasi dalam struktur perwakilan rakyat, terutama dalam lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), yang berfungsi untuk merumuskan dan mengesahkan undang-undang melalui proses musyawarah. Dalam system ini pengambilan keputusan lebih mengutamakan musyawarah daripada pemungutan suara, pemungutan suara hanya dilakukan apabila terjadi kebuntuan. Meskipun Indonesia mengadopsi sistem demokrasi modern, prinsip syura tetap dijunjung tinggi sebagai dasar pengambilan keputusan yang mencerminkan kehendak rakyat. Artikel ini membaha stentang implementasi syura’ dalam proses legislasi Indonesia dan bagaimana konsep ini beradaptasi dengan praktik pemerintahan modern, yang mengadopsi elemen-elemen seperti checks and balance untuk menjaga keseimbangan kekuasaan dan mencegah potensi kepemimpinan otoriter. Melalui penerapan prinsip syura’, diharapkan proses poliyik di Indonesia dapat lebih inklusif, transparan, dan mencerminkan aspirasi masyarakat secara luas.
Downloads
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nency Dela Oktora, Kusifa Anjani, Nety Hermawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










