The Role of Female Ulama in Formulating Eco-Friendly Fatwas: A Case Study in Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.32332/jsga.v7i02.art08Keywords:
Female Ulama, Eco-Friendly Fatwa, Indonesia, Ulama Perempuan, Fatwa Ramah LingkunganAbstract
This study examines the role of female scholars in formulating environmentally friendly fatwas in Indonesia, highlighting how gender perspectives influence religious approaches to ecological issues. This research is important because it highlights the contributions of female scholars from highly patriarchal communities, showing how they can articulate environmental issues as a religious mandate and provide faith-based responses to the ecological crisis—an approach that is rarely found in mainstream fatwas. This study used a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews with 12 female scholars involved in drafting environmental fatwas in East Java, West Nusa Tenggara, and South Sulawesi, supplemented by fatwa document analysis and participatory observation in regional religious forums. Data were analyzed using qualitative content analysis, focusing on gender narratives, ecological theological frameworks, and argument patterns in fatwas. The findings show that female scholars play a strategic role in promoting sustainable environmental practices on religious platforms. These findings emphasize that gender is not merely a social variable but a crucial factor in religious leadership and the use of fatwas as an effective tool for ecological advocacy in Muslim communities.
[Tujuan penelitian ini mengkaji peran ulama perempuan dalam merumuskan fatwa ramah lingkungan di Indonesia, dengan menyoroti bagaimana perspektif gender memengaruhi pendekatan agama terhadap isu-isu ekologis. Penelitian ini signifikan karena menyoroti kontribusi ulama perempuan dari komunitas yang sangat patriarkis, menunjukkan bagaimana mereka mampu memposisikan isu lingkungan sebagai amanah keagamaan dan memberikan respons keagamaan terhadap krisis ekologis, yang jarang terlihat dalam fatwa mainstream. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 12 ulama perempuan yang terlibat dalam perumusan fatwa lingkungan di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan, dilengkapi dengan analisis dokumen fatwa dan observasi partisipatif pada forum keagamaan regional. Data dianalisis menggunakan analisis isi kualitatif, dengan fokus pada narasi gender, kerangka ekoteologis, dan pola argumentasi dalam fatwa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama perempuan memainkan peran strategis dalam mendorong praktik lingkungan berkelanjutan melalui platform keagamaan. Temuan ini menegaskan bahwa gender bukan sekadar variabel sosial, melainkan faktor penting dalam kepemimpinan agama dan penggunaan fatwa sebagai instrumen advokasi ekologis yang efektif di masyarakat Muslim].
References
Abd al Wahab. (1980). Khalaf, Ushul al Fiqh,. (Al Qahirah: Dar al Kutub al Arabiyah),.
Ahmad Tafsir,. (2001). “Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam.” Bandung: Remaja Rosda Karya,.
Ali Mutakin & Waheeda Binti H. Abdul Rahman. (2023). Fiqh Ekologi; Upaya Merawat Lingkungan Hidup Berbasis Konsep Maqashid Syariah. Syariah: Journal of Fiqh Studies, 1(2), 107–126. https://doi.org/10.61570/syariah.v1i2.31
Al-Qur’an, Lajnah Pentashihan Mushaf Diklat, B. L. D., & RI, D. A. (2009). Pelestarian Lingkungan Hidup.
Al-Razi, A. Al-Qasim,. (1972). Mu’jam Maqayis Al-Lughah. (Mustafa Al-Bab Al-Halabiy, Mesir).
Arauf, M. A. (2021). Ecological View From The Perspective of Quranic Verses: Contesting the Idea of Religion and Environment. 2(2).
Atho Mudzhar,. (2010). Membumikan Fiqh Ramah Lingkungan” dalam Mudhofir Abdullah, Al-Qur’an dan Konservasi Lingkungan,. (Jakarta: Dian Rakyat,.
Dawi, K., Haryono, D., Yuliastini, A., & Astono, A. (2022). Restorative Justice Paradigm of Kanayat’n Dayak Customary Law on Environmental Damage Caused By Shifting Cultivation. Jurnal Analisis Hukum, 5(2), 245–252. https://doi.org/10.38043/jah.v5i2.3918
Faqihuddin Abdul Kodir,. (2022a). Metodologi Fatwa KUPI (Pokok-pokok Pikiran Musyawarah Keagamaan Kongres Ulama Perempuan Indonesia. KUPI Kampus Fahmina, Cirebon, Jawa Barat.
Faqihuddin Abdul Kodir,. (2022b, February 21). “Metodologi Fatwa KUPI,.” https://fahmina.or.id/metodologi-fatwa-kupi/.
Foltz, R. (2003). Islam and ecology: A bestowed trust. Center for the Study of World Religions, Harvard Divinity School.
Idris, Muh., Mokodenseho, S., Willya, E., & Otta, Y. A. (2020). Pendidikan Islam dan Konservasi Lingkungan. https://doi.org/10.31219/osf.io/sj4dc
Jajat Burhanudin. (2002). Ulama Perempuan Indonesia. ((Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama).
Kamal Gueye, M., & Mohamed, N. (2023). An Islamic Perspective on Ecology and Sustainability. IntechOpen. https://doi.org/doi:%252010.5772/intechopen.105032
KemKementerian Et Al.,. (2022, 2023). Status Lingkungan Hidup Indonesia (Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan,.
Kodir, Faqihuddin Abdul. (2017). Mafhum Mubadalah: Ikhtiar Memahami Qur’an Dan Hadits Untuk Meneguhkan Keadilan Resiprokal Islam Dalam Isu-Isu Gender. Jurnal Islam Indonesia 6, no. 2.
Kompas Cyber Media,. (2019, February 22). “Setiap Tahun, Hutan Indonesia Hilang 684.000 Hektar,.” KOMPAS.Com,.
KUPI (Kongres Ulama Perempuan Indonesia),. (2020). “Bersama KUPI, Pemeliharaan Lingkungan Adalah Kewajiban Agama.,.” Retrieved from [KUPI]. Https://Www.Kupi.or.Id/)
M. Ridwan,. (2013). Fiqh Ekologi, Membangun Fiqh Ekologis untuk Pelestarian Kosmos,Neliti. Journal Mazahib, 152. https://doi.org/10.21093/mj.v12i2.331.
Mahyudin, R. P. (2017). KAJIAN PERMASALAHAN PENGELOLAAN SAMPAH DAN DAMPAK LINGKUNGAN DI TPA (TEMPAT PEMROSESAN AKHIR). Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan), 3(1). https://doi.org/10.20527/jukung.v3i1.3201
Mariatul Istiani And Muhammad Roy Purwanto,. (2019). “Fiqh Bi’ah Urgensi Teologi Al-Quran,.” At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam, 1(1), 27–44.
Masrokhin. (2014). KONSEP EKOLOGI ISLAM SEYYED HOSSEIN NASR (STUDI KITAB AL-TAHARAH DALAM KAJIAN FIQH). Irtifaq, 1(1), 39–64.
Menkeu: (2021, November). Perubahan Iklim Menjadi Isu Utama Pembahasan Global,. Https://Www.Menpan.Go.Id/Site/Berita Terkini/Berita-Daerah/Menkeu-Perubahan-Iklim-Menjadi-Isu-Utama-Pembahasan-Global.
Mubjadi. (2022). “Kupi Ii Fatwa: The Law Of Allowing Environmental Damage Due To Waste Is Haram,.” Mubadalah.or.Id. Https://Kupi.Or.Id/Fatwa-Kupi-Ii-Hukum-Pembiaran-Kerusakan-Lingkungan-Hidup-Akibat-Sampah-Adalah-Haram/, 2022.
Muhammad, K. H.,. (2020). Perempuan Ulama Di Atas Panggung Sejarah. (IRCiSoD.,).
Muhtarom. (2005). Reproduksi Ulama Di Era Globalisasi. (,Yogyakarta,Pustaka Pelajar).
Ramadhan, M. (2019). MAQASID SYARI’AH DAN LINGKUNGAN HIDUP. ANALYTICA ISLAMICA, 21(2), 126–136.
Shihab, M. Q. (2012). Tafsir al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Quran. Lentera Hati.
Siti Rohmah, In’amul Mushoffa, Moh. Anas Kholish. (2022). Konstitusi Hijau & Ijtihad Ekologi, Genealogi, KOnsep, Masa Depan, Dan Tantangannya Di Indonesia. Universitas Brawijaya Press. Malang.
Sri Isnani Setiyaningsih,. (2021). “Peran Ulama Perempuan Dalam Pendidikan: Sebuah Potret Pesantren,.” Makalah disampaikan dalam diskusi dosen Fakultas Sains dan Teknologi.
Ubaidillah, M. H. (2010). (Formulasi Konsep al-Maqa>s}id al-Shari>’ah. 13(1).
VIVA. (2017, February 23). Data Dan Fakta Kerusakan Hutan Di Indonesia,. https://www.youtube.com/watch?v=5C6Oat_ig98.
Wardah, F.,. (2022). “Ulama Perempuan, Konservasi Lingkungan, Dan Pendidikan Islam Lingkungan.,.” Jurnal Pemikiran Pendidikan Islam, 15(2), 183-200.
Wildan Fatoni Yusuf. (2022). Menimbang Hifdzul Bi’ah dalam Maqosid Al-Syari’ah. 2.
World Bank. (2020). “As The World’s Largest Multilateral Source Of Financing For Water In Developing Countries, The World Bank Is Committed To Water For People And Planet.,. The World Bank Is Committed To Water For People And Planet.,. ” Https://Www.Worldbank.Org/En/Topic/Water/Overview, 2020.
Zuhdi, M. H. (2015). FIQH AL-BÎ’AH: TAWARAN HUKUM ISLAM DALAM MENGATASI KRISIS EKOLOGI. AL-‘ADALAH, XII,(4), 771–784.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Asnal Mala, Elli Masnawati, Masfufah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



