Dampak Covid 19 Terhadap Tingkat Kemiskinan Pedesaan dan Perkotaan Di Provinsi Lampung
DOI:
https://doi.org/10.32332/adzkiya.v11i1.6407Kata Kunci:
Pandemic Covid 19, Dampak Pandemi, Tingkat KemiskinanAbstrak
Komite Darurat Peraturan Kesehatan Global dari Kelompok Kesehatan Dunia pada tanggal 30 Januari tahun 2020 melaporkan bahwa wabah virus corona "Darurat Kesehatan Masyarakat yang jadi Perhatian Internasional" (PHEIC). Pemerintah dalam ini kasus ini, Kementerian Kesehatan mengeluarkan surat ketetapan Menteri Kesehatan No. HK. 01. 07/ MENKES/ 413/ 2020 mengenai Prinsip Pencegahan Serta Pengendalian Coronavirus Disease 2019. Dampak dari adanya Covid 19 ini berakibat pada menurunya perekonomian di Provinsi Lampung di Tahun 2020 terkontraksi sebesar 1,67 persen, paling rendah dalam 10 tahun terakhir dan berdampak kepada kenaikan kemikinan sebsar 41.820 selama pandemic covid 19. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat dampak secara langsung terhadap tingkat kemiskinan yang ada di perkotaan dan pedesaan. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif.dengan menggunakan data BPS dari tahun 2019-2021 selama masa Covid 19. Analisa data yang dipakai merupakan analisa informasi kualitatif dengan metode berfikir induktif, sebab informasi yang didapat berbentuk keterangan- keterangan dalam struktur pemahaman. Hasil dari penelitian ini adalah Dampak dari adanya wabah Covid 19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 selama pandemi di semester 1 tahun 2019 tingkat kemiskinan diperkotaan sebesar 8.92% naik di semester 1 tahun 2021 menjadi 9.29% sedangkan di pedesaan tingkat kemiskinan sebesar 14.27 menjadi 14.18 di semester 1 tahun 2021. Walapun tingkat kemiskinan tetap lebih besar yang berada di pedesaan tetapi peningkatan tingkat kemiskinan di perkotaan mengalami kenaikan. Ini menunjukan bahwasanya Covid 19 sangat berdampak kepada penduduk perkotaan dengan adanya pemberlakuan PPKM roda perekonomian masyarakat perkotaan terhambat.