Program ASIK sebagai Upaya Promotif dan Preventif Sindrom Metabolik di Masyarakat Desa Canggu
DOI:
https://doi.org/10.32332/dedikasi.v8i1.12807Abstract
Sindrom metabolik merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan, seiring perubahan gaya hidup dan rendahnya aktivitas fisik. Rendahnya pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pencegahan sindrom metabolik menjadi tantangan utama dalam upaya promotif dan preventif berbasis komunitas. Program ASIK (Aman dari Sindrom Metabolik) dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di Desa Canggu dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat dalam pencegahan sindrom metabolik melalui edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan dasar, dan aktivitas fisik terstruktur. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas dengan sasaran masyarakat dewasa dan lansia. Evaluasi program dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap peserta. Program ASIK diikuti oleh 21 peserta masyarakat dewasa dan lansia di Desa Canggu. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa skor pengetahuan meningkat secara signifikan dari 6,81 ± 1,17 menjadi 8,14 ± 1,42 (peningkatan 19,5%, p < 0,001), sedangkan skor sikap meningkat dari 27,67 ± 3,07 menjadi 32,10 ± 4,11 (peningkatan 16,0%, p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa Program ASIK efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif masyarakat terhadap pencegahan sindrom metabolik. Program ini berpotensi menjadi model intervensi promotif dan preventif yang aplikatif dan berkelanjutan di wilayah pedesaan.
Kata kunci: aktivitas fisik; edukasi kesehatan; pengabdian masyarakat; sindrom metabolik
Downloads
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Trihaningsih Puji Astuti, Vira Amelia, Cyrilla Ayu Pamela, Rohman Hikmat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All articles in the DEDIKASI can be disseminated on condition that they still include the identity of the article and the source (DEDIKASI). The publisher is not responsible for the contents of the article. The content of the article is the sole responsibility of the author.
Authors who publish this subject agree to the following terms:
First, the Authors retain copyright and grant the journal right from first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
Secondly, the authors can enter into a separate or an acknowledgment of its initial (e.g., post-institutional repository or publish it in a book) publication in this journal.
Third, the authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before publishing work is cited.




