KETERGANTUNGAN EMOSIONAL ANAK TERHADAP ARTIFICIAL INTELLIGENCE: PSIKOANALISIS DAN IMPLIKASINYA DALAM KONSELING KELUARGA ISLAM

Authors

  • Fadhila Rahmawati
  • Sugandi Miharja

DOI:

https://doi.org/10.32332/864hws72

Keywords:

Artificial Intelligence, Emosional, Psikoanalisis

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena meningkatnya kecenderungan Generasi Z untuk lebih memilih bercerita kepada Artificial Intelligence (AI) dibandingkan kepada orang tua, khususnya dalam konteks keluarga muslim di era Society 5.0. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma interpretatif, mengkaji makna subjektif yang dibangun individu dalam interaksi sosialnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua yang otoriter, abai, atau terlalu sibuk menyebabkan jarak emosional antara anak dan orang tua, sehingga kebutuhan emosional anak tidak terpenuhi. Dalam perspektif psikoanalisis, AI berfungsi sebagai objek transisional yang memberikan kenyamanan emosional melalui mekanisme pertahanan diri seperti represi dan displacement. Anak-anak Gen Z memandang AI sebagai ruang aman yang netral, tidak menghakimi, dan mampu memberikan validasi emosional yang tidak mereka dapatkan dalam relasi keluarga. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai konseling keluarga Islami untuk membangun kembali kedekatan emosional antara orang tua dan anak, serta memberikan rekomendasi strategis agar keluarga dapat menjadi ruang aman utama bagi anak dala mengekspresikan diri di tengah tantangan era digital.

References

Afifi, S. (2021). Ragam Komunikasi Verbal Dalam Al- Qur ’ an. 15, 153–171. https://doi.org/10.20885/komunikasi.vol15.iss2.art6

Bastomi, H. (n.d.). Menuju Bimbingan Konseling Islami.

Edriagu, & others. (2024). Pelatihan Pola Asuh Anak Dalam Keluarga Di Era Digital Pada Masyarakat Nagari Punggung Kasiak. Jurnal PKM Ilmu Kependidikan, 4(1). https://doi.org/10.31851/dedikasi.v1i2

El-fiah, R. (2016). Konseling Keluarga dalam Persepektif Hukum Islam A . Pendahuluan Swt kepada manusia . Karena itu , orang yang berakal dan sehat kebutuhan hidupnya , baik lahir maupun batin menurut tingkat dalam suasana kedamaian dan bebas dari percekcokan dan. XVI, 153–172.

Freud, T. S. (2022). Jurnal Kependidikan Jurnal Kependidikan. 7(1), 25–31.

Kesalehan, D. A. N. (2022). RELIGIUS RADIKAL : DUALISME GEN-Z DALAM MENGEKSPRESIKAN KESADARAN BERAGAMA. 16, 23–52.

Komarudin, K. (2023). HAKIKAT KELUARGA ISLAM ( Analisis Tinjauan Hukum Keluarga Islam ). 15(1), 82–92.

Lim, T. A., Dan, T., & Dib, T. A. (2024). AL-ANSOR : JURNAL PENDIDIKAN. 1.

Muttaqin, R. (2022). Konseling Keluarga Dalam Perspektif Islam. Jurnal An-Nasyr: Jurnal Dakwah Dalam Mata Tinta, 9(2).

Pardamean, A., Nst, A. S., Sari, R. I., & Koto, T. I. (2024). As-Syar ’ i : Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga As-Syar ’ i : Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga. 6, 1003–1012. https://doi.org/10.47476/assyari.v6i1.5999

Sainul, A. (2018). Konsep Keluarga Harmonis Dalam Islam. E-Jurnal Al-Maqsi, 4(1).

Shadri, Z. (2024). Pentingnya Analisis Sosiologis dalam Penggunaan Tiktok : Studi atas Politik Gen Z. 5(1).

Sinulingga, N. N., Dalimunthe, A. Q., Akifah, N., Pendidikan, P., Islam, A., Area, U. M., Estate, M., & Utara, S. (n.d.). Membangun Karakter Generasi Z Melalui Trilogi Pendidikan Islam di Era. 164–169.

Sumber, M., Keluarga, D., & Kerja-keluarga, K. (2021). Manajemen sumber daya keluarga, konflik kerja-keluarga, dan tugas keluarga. 14(1), 1–13.

Syari, F., Islam, U., & Sunan, N. (2024). KEHARMONISAN KELUARGA Arif Sugitanata Abstrak unit keluarga , mencerminkan keadaan di mana setiap anggota keluarga merasa anggota keluarga . 2 Pentingnya keluarga harmonis juga tercermin dalam. 5(1), 1–13.

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

KETERGANTUNGAN EMOSIONAL ANAK TERHADAP ARTIFICIAL INTELLIGENCE: PSIKOANALISIS DAN IMPLIKASINYA DALAM KONSELING KELUARGA ISLAM. (2025). Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, 7(2), 149-162. https://doi.org/10.32332/864hws72