SLUMAN SLUMUN SLAMET SEBAGAI FALSAFAH KESEHATAN MENTAL MASYARAKAT KEJAWEN KALITANJUNG RAWALO BANYUMAS

Authors

  • Nunung Rahmawati Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia
  • Nailatul Inganah Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia
  • Naela Shofiyati Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32332/s4g6k863

Keywords:

Budaya, Falsafah Kesehatan Mental, Sluman Slumun Slamet

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami makna filosofis sluman slumun slamet serta menjadikannya dasar falsafah kesehatan mental masyarakat Kejawen Kalitanjung di Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas. Ungkapan ini mengandung nilai lokal seperti kehati-hatian, kesadaran diri, ketekunan, dan harapan keselamatan. Filosofi ini tidak hanya diucapkan dalam ritual, tetapi juga dihayati dalam kehidupan sehari-hari dan sistem adat masyarakat. Dengan pendekatan kualitatif etnografi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa falsafah ini menjadi pedoman moral, spiritual, dan sosial penting dalam menghadapi tantangan kehidupan modern sekaligus memperkuat identitas budaya. Meskipun tergerus arus modernisasi, masyarakat Kalitanjung tetap setia menjaga nilai-nilai Kejawen yang diwariskan turun-temurun. Sluman slumun slamet berfungsi sebagai falsafah kesehatan mental yang menuntun masyarakat menjalani hidup dengan penuh kesabaran, kehati-hatian, dan ketenangan batin. Filosofi ini mengajarkan pentingnya proses yang bijaksana dan harapan keselamatan sejati, baik duniawi maupun ukhrawi, sehingga menjadi pegangan kuat dalam menjaga keseimbangan hidup dan memperkokoh jati diri budaya di era modern.

References

Adhitama, S. (2022). Implementasi Ajaran Kejawen Oleh Paguyuban Budaya Bangsa. Dharmasmrti Jurnal Ilmu Agama Dan Kebudayaan, 22(2), 35–44.

Arauf, M. A. (2023). The Existence of Women in the Traditional Rituals of the Jatilawang Bonokeling Community in Banyumas Regency. International Journal of Social Science and Religion (IJSSR), 4(3), 347–366. https://doi.org/10.53639/ijssr.v4i3.187

Aulia, C., & Dora, N. (2024). Tradisi Wetonan Pada Suku Jawa Sebagai Perhitungan Kelahiran Anak di Desa Sei Simujur Kabupaten Batu Bara. Madani : Jurnal Ilmiah Multidisipline, 1(12), 823–829. https://www.bing.com/ck/a?!&&p=c41ffb7daadd30cbJmltdHM9MTcxNTk5MDQwMCZpZ3VpZD0zNmVlMjcyNy00YjM1LTY0YTUtMzc0My0zMzQ1NGE2MzY1ZDImaW5zaWQ9NTE4Ng&ptn=3&ver=2&hsh=3&fclid=36ee2727-4b35-64a5-3743-33454a6365d2&psq=Tradisi+Wetonan+Pada+Suku+Jawa+Sebagai+Perhitung

Bado, B. (2021). Model Pendekatan Kualitatif: Telaah Dalam Metode Penelitian Ilmiah. In Pengantar Metode Kualitatif.

Darwadi. (2025). Sluman Slumun Slamet sebagai Falsafah Kesehatan Mental pada Masyarakat Kejawen Kalitanjung Rawalo Banyumas. Hasil Wawancara pada 18 April 2025.

Dinporabudpar Kab. Banyumas. (2018). Tutupan Sadran Kalitanjung Tambaknegara Rawalo. Dinporabudpar.Banyumaskab.Go.Id. https://dinporabudpar.banyumaskab.go.id/news/25156/site

Farmawati, C. (2022). Javanese Indigenous Healing for Physical and Mental Health. Journal of Sufism and Psychotherapy, 2(1), 17–32. https://doi.org/https://doi.org/10.28918/jousip.v2i1.657

Iman Budhi Santosa. (2021). Nasihat-Nasihat Hidup Orang Jawa (Dian Panjering Wengi (ed.); 1st ed.). Diva Press.

Kartam. (2025). Sluman Slumun Slamet sebagai Falsafah Kesehatan Mental pada Masyarakat Kejawen Kalitanjung Rawalo Banyumas. Hasil Wawancara pada 18 April 2025.

Ketut Bintang Padmalita Utami, N. K. S. A. (2024). Korelasi Antara Kesehatan Mental Dan Ajaran Dharma Dalam Agama Hindu. 4(2), 124–133.

Khoiri, K. (2022). Makna Ragam Bahasa Dakwah Maiyah Ambengan Di Desa Margototo Kecamatan Metro Kibang Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung. Jurnal Konseling Pendidikan Islam, 3(1), 317–326. https://jurnalalkhairat.org/ojs/index.php/jkpi/article/view/28

Kompas.com. (2017). Ada 187 Kelompok Penghayat Kepercayaan yang Terdaftar di Pemerintah. Kompas.Com. https://nasional.kompas.com/read/2017/11/09/12190141/ada-187-kelompok-penghayat-kepercayaan-yang-terdaftar-di-pemerintah

Lubis, T. R., Sari, R. Y., Sulistiani, W. N., & Dora, N. (2025). Pemahaman dan Pelaksanaan Tradisi Tolak Bala pada Masyarakat Suku Jawa. Formatif: Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 1(2), 1–10. https://glonus.org/index.php/formatif

Noorzeha, F., & Lasiyo. (2023). Memayu Hayuning Bawana: Memahami Esensi Gotong Royong Dalam Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Jawa. Sanjiwani: Jurnal Filsafat, 14(2), 109–122. https://doi.org/10.25078/sjf.v14i2.2986

Oktasari, S., Naldo, J., & Ali, M. N. (2024). Tradisi Puasa Weton Pada Masyarakat Suku Jawa di Desa Bakaran Batu, Kec. Lubuk Pakam Deli Serdang. Aksiologi : Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 5(1), 7–20. https://doi.org/10.47134/aksiologi.v5i1.207

Oktawirawan, D. H., Akbar, T., & Yunanto, R. (2021). Welas Asih : Konsep Compassion dalam Kehidupan Masyarakat Jawa Welas Asih : The Concept of Compassion in the Lives of Javanese People. Anthropos : Jurnal Antropologi Sosial Dan Budaya, 6(2), 145–150. https://doi.org/https://doi.org/10.24114/antro.v6i2.17326

Ongko, E. S., Handayaningrum, W., & Rahayu, E. W. (2022). Proses Kreatif Komponis Kontemporer Slamet Abdul Sjukur dalam Berkarya Seni. Jurnal Kajian Seni, 8(2), 132. https://doi.org/10.22146/jksks.71109

Pianto, H. A., & Yusuf, M. (2024). Slametan: Sebuah Ritual Akulturasi Budaya Jawa dan Islam. BAKSOOKA: Jurnal Penelitian Ilmu Sejarah, Sosial Dan Budaya, 3(1), 4. https://ejournal.stkippacitan.ac.id/ojs3/index.php/baksooka/article/download/1100/806

Rahmah, N., Haqq, A., Salam, A., Rochman, K. L., & Fitria, N. (2025). Javanese Philosophy-Based Islamic Religious Education : Synergy of Tepa Selira and Cablaka Values in Developing Students ’ Mental Health. Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial Dan Budaya, 10(1), 342–354. https://doi.org/https://doi.org/10.25217/jf.v10i1.6230

Rohmatun Nazila, S., Dadan, S., & Suksmadi, I. (2023). Upaya Pelestarian Tradisi Foklor Budaya Kejawen Di Dusun Kalitanjung, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas. ENDOGAMI: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 7(1), 32–46. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/endogami/article/view/55661

Romadhon, V. (2022). Tentang Kejawen Kalitanjung Banyumas, Penganut Ajaran Sunan Panggung. DetikJateng. https://www.detik.com/jateng/budaya/d-6385567/tentang-kejawen-kalitanjung-banyumas-penganut-ajaran-sunan-panggung

Rosydiana, W. N. (2023). Nyadran: Bentuk Akulturasi Agama Dengan Budaya Jawa. HUMANIS: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Dan Humaniora, 15(1), 15–23. https://doi.org/10.52166/humanis.v15i1.3305

Setianingsih, A. T., Drakel, J. K. A., Octavina, M. T., & Wisnu. (2022). Eksistensi Penghayat Kepercayaan Kejawen Di Tengah Arus Modernisasi Agnes. The Indonesian Journal of Social Studies, 6(2), 79–86. https://journal.unesa.ac.id/index.php/jpips/article/view/8508/4156

Shoni Asmoro. (2024). Ritual “Perlon” Peringatan Kematian pada Masyarakat Penghayat Kepercayaan “Persatuan Resik Kubur Jero Tengah” Studi Sastra Lisan di Desa Pekuncen, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap. Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, 19, 369–376. https://doi.org/10.30595/pssh.v19i.1397

Sulistyawati. (2023). Penelitian Kualitatif : Metode Penelitian Kualitatif. In Jurnal EQUILIBRIUM (Vol. 5, Issue January). http://belajarpsikologi.com/metode-penelitian-kualitatif/

Sumi Kardi. (2025). Sluman Slumun Slamet sebagai Falsafah Kesehatan Mental pada Masyarakat Kejawen Kalitanjung Rawalo Banyumas. Hasil Wawancara pada 18 April 2025.

Wardani, R. (2022). Nilai-Nilai Religius Dalam Tradisi Ruwahan Masyarakat Islam Kejawen Dusun Kalitanjung, Tambaknegara, Rawalo, Banyumas, Dalam Perspektif Pendidikan Islam. 1–146.

Yemima, C. K., & Basuki, A. (2024). Sebuah Review: Pemaknaan Filsafah Jawa Nrimo Ing Pandum Terhadap Depresi Remaja. G-Couns: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 8(3), 1857–1870. https://doi.org/10.31316/gcouns.v8i3.5682

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

SLUMAN SLUMUN SLAMET SEBAGAI FALSAFAH KESEHATAN MENTAL MASYARAKAT KEJAWEN KALITANJUNG RAWALO BANYUMAS. (2025). Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, 7(2), 134-148. https://doi.org/10.32332/s4g6k863