Dampak Pengungkitan Biaya Pendidikan Dan Pengorbanan Orang Tua Terhadap Psikologis Anak

Authors

DOI:

https://doi.org/10.32332/bw2y6443

Keywords:

Pengungkitan Biaya Pendidikan; Pengorbanan Orang Tua; Psikologis Anak; Kekerasan Verbal; Pendidikan Anak Usia Dini

Abstract

Biaya pendidikan yang dikeluarkan orang tua kerap dianggap wajar untuk diungkit sebagai bentuk motivasi bagi anak, padahal ungkapan yang mengungkit mahalnya biaya sekolah disertai tuntutan rasa terima kasih berpotensi menjadi bentuk kekerasan verbal yang menekan psikologis anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak pengungkitan biaya pendidikan dan pengorbanan orang tua terhadap psikologis anak usia dini di TKIT Al-Umm. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, data dihimpun melalui wawancara mendalam dengan anak yang menjadi korban dan wali kelas sebagai informan pendukung, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa anak yang menjadi subjek penelitian menerima ungkapan berulang dari orang tuanya mengenai mahalnya biaya sekolah disertai tuntutan ucapan terima kasih, sementara wali kelas mengamati bahwa kondisi psikologis anak tersebut berbeda dari anak yang tangki cintanya terisi penuh oleh orang tuanya. Kontribusi penelitian ini terletak pada dokumentasi dua sudut pandang, yaitu anak dan pendidik, mengenai bentuk spesifik pengungkitan biaya pendidikan sebagai kekerasan verbal, sekaligus memperkaya kerangka toxic parenting di TKIT Al-Umm yang sebelumnya dikaji terpisah dari sisi karakter anak secara umum dan pemenuhan kebutuhan emosional anak.

 

 

References

Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., & Merliyana, S. J. (2022). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6(1), 974–980. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v6i1.3394

Bunga, B. N., Kale, S., Maure, M., & Bali, E. N. (2022). Kekerasan Verbal Orang Tua dan Rasa Percaya Diri Anak Usia Dini di Kelurahan Mutiara, Kabupaten Alor, NTT. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6), 5923–5932. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.3226

Juliana, I. (2024). Bahaya Verbal Abuse terhadap Perkembangan Mental dan Kepercayaan Diri Anak. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan, 4(4), 116–126. https://doi.org/10.55606/cendekia.v4i4.3294

Khairunnisa. (2021). The Effect of Toxic Parents on Character in Childhood in TKIT Al-Umm. Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education, 6(1), 27–36. https://doi.org/10.51529/ijiece.v6i1.230

Marizal, M., Tendiyanto, T., Trianto, S. P., & Dariyah H., S. P. (2026). Dampak Love Toxic Parenting terhadap Hak Pendidikan Anak: Suatu Tinjauan Maqasid Syariah. JATISWARA, 41(1). https://doi.org/10.29303/jtsw.v41i1.1292

Rahayu, F. (2024). Peran Keluarga dan Sekolah dalam Membangun Kesehatan Mental Anak. Jurnal Sublimapsi, 5(1), 165. https://doi.org/10.36709/sublimapsi.v5i1.46507

Rofiah, C. (2022). Analisis Data Kualitatif: Manual atau dengan Aplikasi? Develop, 6(2), 33–46. https://doi.org/10.25139/dev.v6i2.4389

Ulfadhilah, K., & Ulfah, M. (2022). Peran Orang Tua dalam Pentingnya Mengisi Tangki Cinta Anak Usia Dini di Era New Normal. Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal (JAPRA), 5(1), 10–31. https://doi.org/10.15575/japra.v5i1.12683

Published

2025-12-26