Pengasuhan Digital Atau Bahasa Kasih: Menelaah Ulang Perkembangan Emosional Anak Usia Dini Studi Kasus Di TK Sains Al Batani Pada Era Society 5.0
DOI:
https://doi.org/10.32332/2v88xc14Keywords:
Pengasuhan Digital; Bahasa Kasih; Perkembangan Emosional Anak Usia Dini; Kelekatan; Society 5.0Abstract
Kemudahan mengakses gawai edukatif di era Society 5.0 kerap dianggap cukup untuk mendukung tumbuh kembang anak, padahal perkembangan emosional anak usia dini juga sangat bergantung pada kedekatan afektif yang tidak selalu hadir dalam interaksi berbasis layar. Penelitian ini bertujuan menelaah bagaimana pola pengasuhan digital dan pola bahasa kasih diterapkan orang tua anak kelompok B di TK Sains Al Batani serta menganalisis kontribusi keduanya terhadap perkembangan emosional anak. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan orang tua, guru kelas, dan anak kelompok B sebagai subjek penelitian, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi terstruktur, observasi partisipan, dan lembar isian indikator perkembangan emosional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan digital lebih banyak berkontribusi pada stimulasi kognitif dan hiburan bersama, sementara indikator emosional seperti regulasi emosi, kepercayaan diri, dan kelekatan aman lebih kuat berkembang pada anak yang orang tuanya konsisten menerapkan bahasa kasih berupa sentuhan fisik, kata-kata afirmatif, dan waktu berkualitas tanpa gawai. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemetaan kontribusi diferensial antara pengasuhan digital dan bahasa kasih terhadap perkembangan emosional anak usia dini, sekaligus menawarkan pandangan bahwa keduanya tidak harus dipertentangkan, melainkan perlu dikombinasikan secara sengaja agar pengisian tangki cinta anak tidak tergantikan oleh kepraktisan gawai semata.
References
Asmayawati. (2023). Parental Involvement in Mattering Early Childhood Digital Literacy: The Role of Balanced Screen Time and Access to Technology Evidence from Indonesia. International Journal of Multidisciplinary Research and Analysis, 6(11). https://doi.org/10.47191/ijmra/v6-i11-30
Bening, T. P., & Diana, R. R. (2022). Pengasuhan Orang Tua dalam Mengembangkan Emosional Anak Usia Dini di Era Digital. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, 8(1). https://doi.org/10.32884/ideas.v8i1.643
Chapman, G., & Campbell, R. (2016). The 5 Love Languages of Children. Moody Publishers.
Damayanti, D. C., Elan, & Purwati. (2025). Analisis Love Language Guru terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini. Pedagogi: Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini, 11(2), 107–121. https://doi.org/10.30651/pedagogi.v11i2.27174
Mutiarasari, A., Listiana, A., & Rachmawati, Y. (2024). Strategi dan Tantangan Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak Usia Dini di Era Digital. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(6), 1874–1886. https://doi.org/10.31004/obsesi.v8i6.6463
Ramadhanti, D. F., Agustin, M., & Rachmawati, Y. (2021). Hubungan Antara Kelekatan pada Ayah dengan Kecerdasan Emosional Anak Usia Dini. Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini, 18(1), 54–62. https://doi.org/10.17509/edukids.v18i1.24295
Ruwaida, G. A., & Setiasih, O. (2022). Strategi Guru Pendidikan Anak Usia Dini dalam Menghadapi Era Society 5.0. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 5406–5413. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i5.3028
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). SAGE Publications.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Eman Sulaeman, Khairunnisa Ulfadhilah, Herawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License







