Peran Guru Ramah Anak Pada Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.32332/tarbawiyah.v5i2.3224Keywords:
Guru, Ramah Anak, Era DigitalAbstract
Abstrak
Pendidikan yang berpusat pada peserta didik yang menghasilkan prinsip guru ramah anak banyak diterjemahkan peserta didik sebagai prinsip egaliter yang cenderung menurunkan kewibawaan guru. Kajian ini adalah penelitian pustaka dan merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Era teknologi digital saat ini meskipun memungkinkan terpenuhinya kebutuhan informasi dan pengetahuan peserta didik. Namun, guru sebagai suatu nilai yang bergerak dapat melakukan interaksi yang tidak dapat dilakukan oleh teknologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat interaksi ramah anak di antaranya; Guru merespon dengan empati, guru menerjemahkan bahasa nilai, guru memberikan kepercayaan untuk tumbuh, dan guru menanamkan kesadaran.
Katakunci: Guru, Ramah Anak, Era Digital
Abstract
Student-centered education which produces the principle of child-friendly teachers is widely translated by students as an egalitarian principle that tends to reduce the authority of the teacher. This study is literature research and is a type of qualitative descriptive research. The current era of digital technology, even though it allows the information and knowledge needs of students to be met. However, the teacher as a moving value can make interactions that cannot be done by technology. The results of the study indicate that there are child-friendly interactions including; The teacher responds with empathy, the teacher translates the language of values, the teacher gives confidence to grow, and the teacher instills awareness.
Keywords: Teacher, Child Friendly, Digital Age
Downloads
References
Mursidin, 2011, Moral Sumber Pendidikan: Sebuah Formula Pendidikan Budi Pekerti di sekolah/madrasah. Ghalia Indonesia: Bogor
Suyanto dan Jihad, Asep. 2013. Menjadi Guru Profesional. Erlangga