Penanaman Fondasi Budaya Islam sebagai Akar Moderasi Beragama pada Masa Nabi Muhammad SAW

Authors

  • Abdurrahman Abdurrahman Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.32332/moderatio.v3i1.6799

Keywords:

Budaya Islam, Moderasi beragama, pondasi, Rasulullah SWT

Abstract

Tulisan Ini membahas bagaimana akar moderasi beragama sudah ditanam menjadi akar pondasi budaya islam oleh Rasulullah Saw, menanamkan pondasi ke diri kaum muslimin saat itu, hingga sekarang masih bisa kita rasakan betapa kuatnya pengkaderan yang dilakukan oleh Rasulullah terhadap umatnya yaitu Kuatnya pondasi ini karena dimulai dari sosok Rasulullah sendiri, dengan digladi langsung oleh Allah Swt, Rasulullah Saw, dari semenjak masih muda merupakan seorang yang mandiri.Sikap Rasulullah yang bijak dalam menyelesaikan masalah. Kita bisa melihat saat beliau belum diangkat menjadi Rasul, bagaimana beliau menyelesaikan permasalahan dalam meletakkan hajar aswad kembali ke tempat semula Semangat dan sikap gigih Rasulullah Saw, dalam memperjuangkan Islam. Beliau tidak pernah terlena dengan bujuk rayu. Entah berupa harta, tahta ataupun wanita.Lebih mengedepankan umatnya daripada diri beliau sendiri. Kita bisa melihat bagaimana rasa sayang beliau terhadap umatnya, sehingga diperintahkan untuk hijrah.Menjadi sosok pemimpin yang selalu dirindukan. Sebagaimana perkataan orang Khajraz “Bangsa kami telah lama terlibat dalam permusuhan. Mereka benar – benar merindukan perdamaian. Semoga Tuhan mempersatukan mereka kembali dengan perantaraan engkau dan ajaran – ajaran yang engkau bawa. Oleh karena itu, kami akan berdakwah agar mereka mengetahui agama yang kami terima dari engkau ini”. Rasulullah melakukan sebuah pembai’atan. Yaitu janji setia penduduk Madinah terhadap Rasulullah. Padahal waktu itu belum ada hal demikian. Meniggalkan Ali di Madinah untuk menyelesaikan urusan beliau. Hal seperti ini merupakan pelajaran akan sebuah tanggungjawab yang diajarkan langsung oleh Rasulullah. Bahwasanya jika seorang pemimpin harus bisa mencari wakilnya apabila ingin meninggalkan tempat. Membangun masjid bukan hanya sebagai pusat Ibadah, tapi juga sebagai tempat penyelesaian masalah

References

Alquran al Karim
Effat al Sharqawi. Filsafat Kebudayaan Islam. Bandung: Penerbit Pustaka 1986.
Ahmad Syalabi. Sejarah Kebudayaan Islam, 1. Jakarta: Pustaka al Husna, 1983.
DR. Badri Yatim. M.A. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Rajawali Pers, 2000.
Muhammad Husen Haikal. Sejarah Hidup Muhammad. Jakarta: Litera Antarnusa, 1990.
Prof. DR. Harun Nasution. Islam ditinjau dari berbagai aspeknya, jilid 1. Jakarta: UI Pres, 1985.
Drs. Syamsul Munir Amin. M.A. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Amzah, 2010.
Prof. DR. Muhammad Abdul Karim. Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam. Yogyakarta: Bagaskara.
Ahmad Hatta dkk. The Great Story Of Muhammad Saw. Jakarta Timur: Maghfirah Pustaka.
Syeikh Shafiyyurrahman al Mubarakfuri. Ar Rahiq al Makhtum (trj). Surakarta: Shahih.
DR. Muhammad ash Shalabi. The Great Leader of Umar ibn Khattab. Jakarta Timur: Pustaka Alkautsar.

Published

2023-04-10